Solusi Tangani Serangan Monyet di DIY, Pemda Akan Dimanfaatkan untuk Ekspor Biomedis

Ilustrasi monyet ekor panjang. (Foto Pixabay)

Editor: M Kautsar - Kamis, 13 Januari 2022 | 12:20 WIB

Sariagri - Serangan monyet ekor panjang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) khususnya di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meresahkan warga sebab jumlahnya makin banyak dan perilakunya makin beringas sampai masuk ke dapur-dapur warga.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) DIY bukannya belum mengambil tindakan. Penambahan tanaman pakan seperti jambu sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun ternyata hal itu tak berdampak signifikan pada perilaku monyet.

“Karena masalahnya sudah kompleks sekali. Populasi mereka bertambah cepat karena predator seperti ular, elang, juga diburu manusia. Ditambah dengan habitat mereka yang makin menyempit karena wisata alam daerah pesisir Bantul sampai Gunungkidul kan makin masif,” jelas Kepala Balai KSDA DIY, Muhammad Wahyudi, di Yogyakarta, Rabu (12/1).

Pada Selasa (11/1) petugas Balai KSDA DIY telah melakukan tinjauan lapangan ke Desa Sriharjo, Imogir, Bantul, dan mendapati kebenaran dari laporan warga mengenai serangan monyet.

Solusi seperti kebiri sulit dilakukan karena membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama padahal ada keterbatasan anggaran dan juga warga butuh solusi yang lebih cepat.

Karenanya, Balai KSDA DIY memutuskan untuk membuat 2 solusi cepat yakni membangun Pusat Konservasi Satwa Jawa Selatan (PKSJS) yang berfungsi sebagai penampungan sementara monyet ekor panjang di Suaka Margasatwa Paliyan, Kabupaten Gunungkidul dengan luas area mencapai 6 hektar dan juga memanfaatkan monyer ekor panjang untuk riset biomedis.

Baca Juga: Solusi Tangani Serangan Monyet di DIY, Pemda Akan Dimanfaatkan untuk Ekspor Biomedis
Di Musim Hujan Kawanan Kera Ekor Panjang Serbu Rumah Warga, Ada Apa Gerangan?

“Itu dua solusi yang bisa segera berdampak cepat bagi warga,” kata Wahyudi.

Pemanfaatan monyet ekor panjang untuk biomedis sudah penah dilakukan pada tahun lalu. Namun Provinsi DIY hanya mendapat kuota ekspor 300 ekor monyet ekor panjang untuk kepentingan. Jumlah itu masih sangat sedikit untuk kepentingan mengurangi populasi monyet ekor panjang di DIY.

“Maka tahun ini kami akan  mengusulkan kuota monyet ekor panjang tahun ini sebanyak 1.500 ekor untuk dimanfaatkan sebagai biomedis. Sementara di PKSJS Paliyan bisa menampung sampai 6.000 ekor monyet ekor panjang,” jelas Wahyudi.

Video Terkait