Di Musim Hujan Kawanan Kera Ekor Panjang Serbu Rumah Warga, Ada Apa Gerangan?

Kera Ekor Panjang serang pemukiman warga di musim hujan. (Sariagri/Eko Putro)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 10 Januari 2022 | 17:05 WIB

Sariagri - Kera ekor panjang atau Maccaca fascicularis yang berhabitat di perbukitan di kawasan Sriharjo, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) biasanya turun dari bukit dan menyerbu lahan pertanian dan rumah-rumah warga saat musim kemarau tiba. Namun, pada 2 bulan ini saat puncak musim hujan, kera ekor panjang sudah turun ke permukiman warga.

“Yang kita heran mereka turun saat kemarau saat makanan di atas bukit, buah-buahan sudah habis. Tapi ini kan puncak musim hujan, apakah makanan di atas sudah habis? Atau ada apa?” demikian kata Anton, Ketua Kelompok Taruna Tani Hijaunya Cinta, Sriharjo, Imogiri, Bantul, kepada Sariagri, Senin (10/1/2022).

Anton menerangkan kera ekor panjang menyerbu ke permikuman warga saat siang saat warga pergi kerja atau ke sawah. Intensitas kedatangan kera ekor panjang makin banyak dalam 2 minggu terakhir. Dan kalaupun berpapasan dengan manusia, kini mereka tak kenal takut seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Padi disikat, buah-buahan di tegalan juga habis, terutama yang ada persis di lereng bukit Sriharjo. Bahkan beberapa warga melaporkan kera-kera itu juga berani masuk dapur dengan merusak genteng dapur warga,” jelas Anton.  

Kepada Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Titik Istiyawatun Khasanah, saat dihubungi Sariagri mengatakan bahwa laporan warga yang tinggal persis di lereng bukit memang makin banyak pada 2 minggu terakhir. Namun, desa tidak punya sumber daya yang cukup untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.

“Apakah benar kera ekor panjang turun karena makanan yang habis di habitat mereka atau karena sebab lain? Kita tentu butuh bantuan BKSDA, DLHK, atau Pemkab, sudah lapor tapi ya kita masih diskusi soal waktunya, kita tahu sumber daya kan juga terbatas. Jadi, tolong teman media membantu ini menghubungkan dengan yang berwenang atau pakar kampus,” kata Titik.

Pakar Primata UGM, Wisnu Nurcahyo mengatakan bahwa ada beberapa sebab kera ekor panjang (Maccaca fascicularis) menyerbu permukiman saat musim penghujan.

Pertama, stok makanan di habitat mereka memang sudah habis. Perkara kenapa stok makanan di habitat mereka habis pun bisa disebabkan beberapa hal.

Misalnya, karena warga kesulitan saat pandemi bisa saja memang ada yang memanen buah-buahan yang sebenarnya menjadi makanan utama kera ekor panjang tersebut. Makanan habis bisa juga disebabkan karena populasi kera ekor panjang sudah berlebih sehingga stok makanan di habitat sudah tak bisa mendukung kehidupan semua kelompok kera.

“Bayangkan satu pejantan itu bisa membuahi 20 betina dalam satu hari. Dan hanya perlu 5 bulan untuk betina melahirkan anaknya. Sementara predatornya tidak ada,” jelas Wisnu.

Kera ekor panjang, menurut Wisnu, bisa turun ke permukiman juga bisa disebabkan oleh selama ini mereka terganggu oleh kehadiran manusia. Seiring tren wisata alam atau pesepeda banyak jalur-jalur alam yang diterabas oleh manusia. Apalagi jika sebelumnya ada konflik yang membuat salah satu di antara kera ekor panjang itu ditembak, sampai mati, misalnya.

“Primata itu ingatakannya kuat. Bisa juga bukan didorong oleh makanan tapi dendam. Banyak sebab, harus dilihat detil. Masing-masing butuh solusi berbeda. Tapi untuk banyak kasus di perbukitan di Jogja itu karena memang kelangkaan makanan dan kelebihan populasi,” jelas Wisnu yang sudah meneliti kera ekor panjang di Jogja sejak medio akhir 80-an.

Baca Juga: Di Musim Hujan Kawanan Kera Ekor Panjang Serbu Rumah Warga, Ada Apa Gerangan?
Diduga Lapar, Kawanan Monyet Masuk Dapur Serang Warga hingga Jarinya Nyaris Putus

Untuk kelebihan populasi menurut Wisnu bisa saja pemerintah melakukan gerakan sterilisasi kera ekor panjang berjenis kelamin jantan. Sementara untuk kelangkaan makanan semestinya ada penambahan variates buah-buahan yang disukai kera tapi tidak disukai manusia.

“Kalau jambu ya jangan jambu merah tapi jambu putih. Jambu merah nanti dipanen warga, berebut lagi dengan kera ekor panjang,” jelasnya.

Video Terkait