Nyaris Sebulan Banjir di Sintang, Jokowi: Itu Akibat Kerusakan Area Tangkapan Hujan Puluhan Tahun

Prajurit TNI terus melakukan bantuan evakuasi terhadap masyarakat yang menjadi korban bencana banjir di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, untuk diungsikan di tempat yang lebih aman. (Antara)

Editor: M Kautsar - Selasa, 16 November 2021 | 15:30 WIB

Sariagri - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, banjir di Sintang, Kalimantan Barat terjadi karena area tangkapan hujan mengalami kerusakan sehingga harus diperbaiki.

"Ya itu karena kerusakan wilayah tangkapan, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun, ya itu yang harus kita hentikan," ujar dia, seusai meresmikan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 di Banten, Selasa (16/11).

Jokowi mengatakan air Sungai Kapuas di Kalimantan Barat meluap karena daerah tangkapan hujan rusak dan pemerintah akan fokus memperbaiki daerah tangkapan hujan itu.

"Karena memang masalah utama ada di situ," kata dia.

Dia mengatakan pemerintah mulai tahun depan akan membangun daerah tangkapan hujan yang rusak. "Akan ada persemaian, kemudian ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hujan, di area tangkapan, kita perbaiki," kata dia yang berlatar belakang sarjana kehutanan itu.

Baca Juga: Nyaris Sebulan Banjir di Sintang, Jokowi: Itu Akibat Kerusakan Area Tangkapan Hujan Puluhan Tahun
Banjir Bandang Malang Raya, 128 Ekor Hewan Ternak Hilang dan Rumah Rusak

Adapun selain daerah tangkapan hujan yang rusak, dia mengatakan salah satu penyebab banjir adalah adanya curah hujan yang lebih ekstrem dari biasanya di Pulau Kalimantan.

Sejak lebih dari tiga pekan lalu terjadi banjir bandang di Kabupaten Sintang, yang dilintasi daerah aliran sungai Sungai Kapuas, sungai paling besar di Indonesia. Diperkirakan sekitar 969.000 hektare daerah aliran sungai di Kalimantan Barat rusak lahan dan kritis, dan yang paling besar adalah DAS Sungai Kapuas.

Video Terkait