Karantina Pertanian Gagalkan Penyelundupan 2.719 burung dari Kalteng ke Surabaya

Penggagalan penyeludupan burung. (Foto Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Kamis, 13 Januari 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Karantina Pertanian Surabaya bersama instansi terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 2.719 ekor burung asal Kalimantan Tengah.

Plt. Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Cicik Sri Sukarsih mengatakan ribuan ekor burung selundupan ini diangkut menggunakan Kapal Motor Penumpang (KMP) Drajat Paciran dari Pelabuhan Bahaur, Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan akan ada pengiriman ribuan ekor burung yang tidak dilengkapi dengan dokumen dari Pelabuhan Bahaur, Kalteng menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan,” kata Cicik kepada Sariagri, Rabu (12/1).

Sesuai informasi, lanjutnya, kedatangan KMP Drajat Paciran langsung disambut dengan pemeriksaan oleh petugas ke seluruh ruangan dalam kapal. Hasilnya petugas menemukan sebuah mobil yang melakukan bermuatan kardus dan keranjang plastik mencurigakan yang berada di lokasi dek mesin kapal.

“Berdasarkan kecurigaan itu, petugas mengikuti pergerakan mobil hingga turun dari kapal. Beberapa saat kemudian petugas melakukan pemeriksaan dan ditemukan burung dalam kemasan kardus dan keranjang kayu,” tuturnya.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut di dalam kapal dan menemukan kemasan kardus lainnya, keranjang plastik, dan kayu yang didalamnya juga berisi burung yang disembunyikan di dalam dek mesin dan dek kapal paling bawah.

“Dalam pengungkapan kasus upaya penyelundupan burung ini total setelah kami hitung jumlahnya mencapai 2.719 ekor burung ,” kata dia.

Dari 2.719 ekor burung yang diselundupkan itu, lanjutnya terdapat 243 ekor burung termasuk dilindungi. “Ada sebanyak 243 ekor burung dilindungi sekitar 5 jenis, yaitu burung cililin sebanyak 10 ekor,  beo 13 ekor, pleci 38 ekor, srindit 163 ekor, dan cucak ijo sebanyak 19 ekor,” terangnya.

Karantina Pertanian Surabaya bekerja sama dengan Kordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS), Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur melakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang diduga pelaku penyelundupan.

Baca Juga: Karantina Pertanian Gagalkan Penyelundupan 2.719 burung dari Kalteng ke Surabaya
Mengenal Burung Wiwik Kelabu, Dipercaya Berhubungan dengan Kematian dan Teluh

“Kedua orang tersebut adalah pemilik dan sopir yang mengambil ribuan ekor burung itu saat kapal sandar di pelabuhan paciran. Kini keduanya tengah dilakukan pemeriksaan dan dilakukan pembuatan BAP,” ujar dia.

Ribuan ekor burung ini rencananya akan dijual di daerah Surabaya dan Kediri. “Penyelundupan ribuan burung melalui pelabuhan paciran Lamongan ini merupakan yang pertama kali. Dari keterangan dua orang yang diperiksa, ribuan burung itu akan dijual ke Surabaya dan Kediri,” tandasnya.

Video terkini:

Video Terkait