Mengenal Hutan Hujan Tropis, Hutan yang Menjadi Paru-paru Dunia

Hutan menyimpan banyak tanaman berkhasiat obat (Pixabay/Chokniti Khongchum )

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Selasa, 11 Januari 2022 | 16:50 WIB

Sariagri - Indonesia memiliki banyak hutan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bahkan hutan Indonesia masuk dalam salah satu paru-paru dunia. Ada beberapa jenis hutan yang terdapat di dunia, salah satu diantaranya adalah hutan hujan tropis.

Hutan hujan ini merupakan bioma berupa hutan terbesar di bumi yang dapat ditemukan di dataran tinggi wilayah tropis basah dan dataran rendah lembab. Singkatnya, penamaan hutan ini dikarenakan keberadaan hutan yang terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Negara lima terbesar yang memiliki hutan ini ditempati oleh Brasil, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Peru dan Kolombia.

Secara garis besar persebaran hutan hujan ini di Indonesia dibagi menjadi tiga kawasan utama. Pertama, Kawasan Barat yang ditempati oleh Pulau Sumatra, Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan sebagai wilayah hutan hujan tropis yang terbesar. Kalimantan memiliki luas hutan mencapai 9,1 juta hektare.

Dari jumlah tersebut, Kalimantan Barat menempati sebagai wilayah terbesar. Lokasinya berada di Taman Nasional Betung Kerihun. Penelitian mencatat, ada lebih dari 3.000 spesies flora yang tumbuh di hutan tropis ini. Beberapa di antaranya adalah flora epifit (menempel pada tumbuhan lain), jamur, anggrek, lumut, dan rotan.

Lalu yang kedua, Kawasan Tengah yang juga dikenal sebagai kawasan peralihan. Wilayah ini menjadi  salah satu kawasan percampuran antara wilayah barat dan wilayah timur. Hal ini membuat banyak flora dan fauna yang ada di kawasan peralihan berjenis endemik. Ketiga, Kawasan Timur yang meliputi Kepulauan Maluku sampai Papua. Di kawasan ini, flora dan fauna sudah banyak terpengaruh oleh flora dan fauna kawasan australia.

Ciri-ciri hutan hujan tropis

  • Hutan hujan ini didominasi oleh pepohonan tinggi, yang berdaun lebat dan lebar
  • Memiliki lapisan lapisan vegetasi tumbuhan yang terdiri dari skala A-E
  • Memiliki curah hujan tinggi dengan intensitas hujan berkisar antara 1800-2000 mm per tahun
  • Memiliki suhu yang lembab yakni berkisar 25 derajat celcius
  • Memiliki berlapis vegetasi tanaman
  • Sangat minim sinar matahari, bahkan sinar matahari tidak mampu menembus lantai hutan hujan ini sehingga menmbuat tanah hutan sangat lembap dan banyak ditumbuhi lumut dan jamur.
  • Memiliki genangan air di dasar hutan dan membentuk genangan yang terdapat biota di dalamnya.

Peranan penting hutan hujan tropis

Kehadiran hutan ini sangat memberi dampak bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Ia memberi layanan ekositem, karena bisa memproduksi oksigen dan menyimpan karbon dalam jumlah yang banyak.

Selain itu ia juga mempengaruhi pola curah hujan dan cuaca, seperti mencegah erosi, banjir dan kekeringan. Bahkan ia juga menjadi sumber kehidupan bagi dari masyarakat lokal, yang mencari makan dan obat dari tumbuhan disana.

Namun yang menjadi permasalahan dengan kepemilikan jumlah kawasan hutan hujan tropis yang cukup besar di Indonesia, membuat besar pula kemungkinan ancaman kerusakan yang dialami. Faktanya hingga saat ini kehadiran hutan hujan tropis semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga: Mengenal Hutan Hujan Tropis, Hutan yang Menjadi Paru-paru Dunia
Video Viral Nenek-nenek di Tengah Hutan, Didekati Bikin Bulu Kuduk Merinding

Perkembangan jaman membuatnya menjadi tergantikan dengan lahan perkebunan sawit, pertambangan, dan pembangunan gedung. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap potensi sumber daya alam hutan yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, perlindungan dan pelestarian hutan ini, seharusnya menjadi hal serius yang harus ditindak lanjuti. Pengelolaan harus dilakukan dengan sebaik mungkin agar kerusakan dan berkurangnya luas hutan dapat dihindari.

Video Terkait