Tangani Konflik Manusia-Harimau, Resor KSDA Agam Temukan Kantong Semar

Penemuan tanaman kantong semar di Agam, Sumatera Barat.(Antara/Yusrizal)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 5 Desember 2021 | 18:00 WIB

Sariagri - Tim Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Sumatera Barat, menemukan kantong semar (Nepenthes) pada 4 Desember 2021. Penemuan tumbuhan langka dan dilindungi itu saat Tim Resor KSDA Agam menangani konflik manusia dengan harimau di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia.

Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra mengatakan kantong semar ditemukan di titik lokasi sapi warga yang dimangsa Harimau Sumatera.

"Kantong semar itu kami temukan di jalan mau masuk lokasi dan lokasi ternak yang dimangsa harimau," ujarnya, Minggu (5/12/2021).

Dikatakan Ade, tumbuhan yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu ditemukan saat Tim Resor KSDA Agam beserta warga sedang mencari jejak kaki harimau. Saat itu, tim menemukan kantong semar yang tumbuh di tebing jalan dan ranting kayu.

"Kami mengambil dokumen temuan kantong semar dan meminta warga untuk tidak mengganggu tanaman ini," katanya.

Kantong semar, lanjut dia, adalah tumbuhan unik dan menarik. Daunnya berbentuk helaian panjang berwarna hijau atau hijau kekuningan, dengan organ menyerupai kantong terdapat di luar helai daun keluar dari sulur berbentuk silinder.

Kantong ini menjadi ciri khas dan pembeda dari tumbuhan lainnya. Warnanya hijau dengan bercak merah atau ungu, kuning, hingga hijau dan putih berfungsi menangkap serangga dan hewan-hewan kecil lainnya.

Kantong khusus pada tumbuhan ini dilapisi lilin sangat licin, sehingga menyulitkan serangga yang sudah terperangkap dalam kantong ini untuk naik, atau keluar. Kantong ini juga menghasilkan cairan asam yang bernama proteolase dan berfungsi mencerna kerangka keras dan daging serangga.

"Kantong semar memiliki cairan asam bernama proteolase, fungsinya untuk mencerna kerangka keras dan daging serangga, kemudian diserap menjadi nutrisi bagi tanaman ini," katanya.

Berdasarkan literatur, jenis spesies kantong semar (Nepenthes) di Pulau Sumatera merupakan yang terbanyak di dunia. Dari sekitar 129 spesies kantong semar, 37 jenis di antaranya tumbuh di Pulau Sumatera. Bahkan banyak di antaranya yang merupakan endemik Sumatera.

Di antara ke-37 spesies kantong semar yang tumbuh di Pulau Sumatera, kata Ade, hampir seluruhnya merupakan tanaman langka terancam punah. Bahkan, tiga jenis di antaranya dicap IUCN Redlist dalam kategori critically endangered (kritis), satu spesies endangered (terancam), dan tujuh spesies sebagai vulnerable (rentan).

"Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi, di Indonesia terdapat 59 jenis kantong semar yang statusnya dilindungi dari ancaman kepunahan," katanya.

Baca Juga: Tangani Konflik Manusia-Harimau, Resor KSDA Agam Temukan Kantong Semar
Mengenal Pohon Pulai, Dekorasi Estetik dengan Harga Fantastis

Tempat hidup kantong semar adalah di daerah terbuka atau agak terlindung yang miskin unsur hara dan memiliki kelembaban udara cukup tinggi. Tanaman ini hidup di hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung kapur dan padang savana.

Ade menambahkan berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya, kantong semar dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kantong semar dataran rendah, menengah dan dataran tinggi.(Ant)

Video terkait:

Video Terkait