Lima Orangutan Dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Ilustrasi orangutan. (pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 27 Mei 2021 | 20:10 WIB

SariAgri - Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan mitra Yayasan IAR Indonesia kembali melepasliarkan 5 orangutan (Pongo pygmaeus) di kawasan Sintang, Kalimantan Barat pada 25 Mei 2021. Terhitung sejak 2016 hingga saat ini telah dilepasliarkan 56 orangutan di kawasan itu. 

Sedangkan total pelepasliaran sejak 2016 di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah sebanyak 227 individu dan termonitor kelahiran baru di alam 5 individu.

Kepala Balai TNBBBR, Agung Nugroho mengatakan kegiatan pelepasliaran ini dilakukan dengan melalui serangkaian kegiatan dan kajian untuk memastikan semua orangutan dapat hidup aman dan nyaman.

"Ketika pelepasliaran dilakukan bukan berarti kerja kita selesai. Tim monitoring akan bekerja tetap selama lebih kurang tiga bulan untuk memastikan setiap orangutan yang dilepasliarkan dapat beradaptasi dengan habitat barunya," jelasnya.

Dia berharap orangutan yang dilepaskan di dalam kawasan TNBBBR mampu membentuk populasi baru dan mempertahankan eksistensi spesiesnya.

Sementara Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan pelepasliaran ini merupakan rangkaian kegiatan pelepasliaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kelima individu orangutan yang dilepasliarkan itu bernama Cantik, Pungky, Tribun, Sigit dan Tina berasal dari hasil penyelamatan dan penyerahan masyarakat. Semuanya telah melalui proses rehabilitasi dan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Lima Orangutan Dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
311 Ekor Burung Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Hutan Kalimantan

"Kelima orangutan ini telah dinyatakan sehat serta memiliki perilaku yang dapat menunjang kehidupan di alam liar," katanya, Kamis (27/5/2021).

Tim pelepasliaran memulai perjalanan dari kantor SPTN Wilayah I Nanga Pinoh, menempuh perjalanan darat dari Ketapang menuju Melawi sejauh sekitar 700 kilometer. Setelah itu dilanjutkan menggunakan perahu mesin dan berjalan kaki sekitar 4-6 jam menuju titik pelepasan.

Video terkait:

Video Terkait