Inggris Buat Jaringan Komuter Khusus Serangga untuk Pulihkan Populasi

Kupu-kupu. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Rabu, 6 Juli 2022 | 18:20 WIB

Sariagri - Populasi serangga di Inggris menurun drastis. Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh kelompok konservasi Buglife dan Kent Wildlife Trust menemukan bahwa jumlah serangga terbang di Inggris turun hampir 60 persen dalam 17 tahun terakhir.

Sekitar 20 spesies lebah dan tawon telah punah dalam 100 tahun terakhir. Setengah dari spesies kupu-kupu Inggris sekarang terancam punah, menurut badan amal Butterfly Conservation.

Mengutip CNN, Rabu (6/7/2022), secara global, hingga 10 persen dari semua spesies serangga terancam punah. Kehancuran ini terkait dengan banyak faktor, termasuk perubahan iklim dan penggunaan pestisida.

Sebagian besar habitat utama serangga hilang karena pertanian dan pembangunan lainnya, kata Jamie Robins, manajer program Buglife.

Sejak 1930-an, Inggris telah kehilangan 97 persen padang rumput liarnya. Hal ini tidak hanya mempengaruhi serangga penyerbuk tetapi juga hewan yang memakan serangga seperti burung, landak dan kelelawar.

"Meskipun pedesaan kami terlihat hijau, indah dan semarak, jika tidak ada banyak bunga, itu adalah lingkungan yang tidak bersahabat bagi serangga kami untuk bergerak dengan mudah," kata Kate Jones, petugas konservasi Buglife.

Buglife mengidentifikasi 150.000 hektare tanah di seluruh Inggris yang ingin dikembalikan menjadi padang rumput bunga liar. Harapannya adalah padang rumput ini dapat dihubungkan untuk membentuk "jaringan komuter" atau B-line serangga. B-line nantinya menyediakan tempat perhentian yang kaya nektar bagi para penyerbuk.

"Batu loncatan" bunga ini tidak boleh berjarak lebih dari 300 meter, berdasarkan jarak perjalanan rata-rata seekor lebah soliter, untuk memastikan mereka dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kata Robins.

Proyek B-line, yang sebagian didanai oleh National Lottery Heritage Fund dan Green Recovery Challenge Fund, dimulai pada 2011.

Menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh University of Washington, Buglife memetakan koneksi terbaik antara padang bunga liar yang ada di seluruh Inggris dan menciptakan peta B-line nasional pertama, yang diluncurkan pada Maret 2021.

Sejauh ini, B-line telah memulihkan lebih dari 2.500 hektare padang rumput yang kaya akan bunga liar. Tapi itu hanya sebagian kecil dari 150.000 hektare yang ditargetkan dan memulihkan bunga liar cukup sulit.

Baca Juga: Inggris Buat Jaringan Komuter Khusus Serangga untuk Pulihkan Populasi
5 Tanaman Ini Sangat Cocok Dirawat Saat Musim Hujan

Claire Carvell, ahli ekologi senior di Pusat Ekologi dan Hidrologi Inggris, mengatakan bunga liar asli cenderung sulit tumbuh di area lahan pertanian yang kaya dan subur. Penyerbuk sering membutuhkan beragam bunga di semua musim.

Tantangan utama lainnya adalah bahwa B-line melewati lahan publik dan pribadi di daerah perkotaan dan pedesaan. Sehingga proyek tersebut butuh bantuan dari lembaga perlindungan satwa liar, otoritas lokal dan petani serta pemilik perkebunan.

Video Terkait