Peneliti di Inggris Temukan Banyak Sampah Plastik pada Mamalia Darat

Ilustrasi landak Eropa. (Foto: Wikimedia Commons)

Editor: Putri - Senin, 4 Juli 2022 | 18:25 WIB

Sariagri - Para ilmuwan di Inggris menemukan adanya jejak sampah plastik di lebih dari setengah spesies hewan mamalia darat yang menjadi sampel penelitian. Jejak sampah plastik itu ditemukan merata di seluruh lokasi penelitian.

Bahkan para peneliti mendapati bahwa sampah plastik ditemukan pada mamalia darat yang memiliki kebiasaan makan berbeda.

"Banyak yang diketahui tentang dampak plastik pada ekosistem perairan, tetapi sangat sedikit yang diketahui tentang hal yang sama dengan sistem terestrial," kata penulis studi Fiona Mathews, Profesor Biologi Lingkungan di University of Sussex.

"Dengan menganalisis kotoran beberapa mamalia kecil yang tersebar luas, kami dapat memberikan gambaran sekilas tentang dampak plastik terhadap satwa liar," tambahnya.

Mengutip New Atlas, Senin (4/7/2022), untuk mengungkap apakah mamalia kecil di Inggris mengonsumsi mikroplastik, para peneliti mengumpulkan 261 sampel kotoran dari tujuh spesies hewan berbeda dan memeriksanya dengan mikroskop inframerah.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa polimer plastik ada dalam 16,5 persen sampel dan empat dari tujuh spesies. Hewan seperti landak Eropa, tikus kayu, tikus lapangan dan tikus coklat semuanya "positif plastik."

Hal yang lebih mengejutkan, para peneliti menemukan bahwa konsumsi plastik terjadi tanpa pandang bulu di semua lokasi dan pada hewan dengan kebiasaan makan yang berbeda, termasuk herbivora, insektivora, dan omnivora.

Baca Juga: Peneliti di Inggris Temukan Banyak Sampah Plastik pada Mamalia Darat
Seperlima Reptil di Seluruh Dunia Hadapi Risiko Kepunahan



"Sangat mengkhawatirkan bahwa jejak plastik tersebar begitu luas di berbagai lokasi dan spesies dengan kebiasaan makan yang berbeda," kata Emily Thrift, penulis studi dari University of Sussex.

Menariknya, para ilmuwan juga menemukan bahwa lebih dari seperempat plastik yang ditemukan adalah bioplastik, yang dirancang untuk mudah terurai, bukan plastik tradisional.

Tim percaya bahwa plastik masuk ke hewan melalui konsumsi langsung karena hewan mengira plastik sebagai makanan atau bahan bersarang, atau secara tidak sengaja memakan mangsa yang terkontaminasi plastik.