Burung Trucukan: Mulai dari Spesifikasi, Penyebaran Sampai Cara Menjinakkan

Ilustrasi burung trucukan (Wikimedia Commons)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 24 Juni 2022 | 14:40 WIB

Sariagri - Burung trucukan adalah salah satu burung kicau yang temasuk dalam keluarga Pycnonotidae dan genus Pycnonotus Goiavier. Suara burung trucukan sangat populer bagi masyarakat Indonesia, sebab ia banyak dipelihara masyarakat Indonesia.

Pasalnya tidak hanya suara burung trucukan ngoceh saja yang merdu, tetapi burung ini juga memiliki keunikan tersendiri. Ketika berkicau, burung ini bergaya sambil mengembangkan kedua sayapnya atau ngegaruda.

Gaya mengembangkan sayap ini kadang dilakukan sambil berkicau dan ditujukan sebagai cara mempertahankan wilayahnya dari gangguan hewan atau burung lain yang coba memasukinya.

Spesifikasi burung trucukan

Ciri burung trucukan gacor bisa dikenali dengan mempunyai variasi dan tempo kicauannya sangat rapat sekali. Begitu rapatnya tempo kicauan burung ini sampai terdengar seperti suara tembakan yang sangat merdu dan nyaring.

Burung ini memiliki banyak nama, tergantung dari daerah masing-masing diantaranya Trucukan, Merbah Kampung, Trocokan, Empuru Lelang, Biribba, dan Jogjog.

Secara fisik, ukuran burung ini tidak terlalu besar, yakni berkisar 19 sampai 20,5 cm dengan berat tubuh sekitar 24 sampai 37 gram. Bulu mereka terdiri dari tiga warna, yaitu warna cokelat tampak di bagian atas kepala, sayap, punggung, dan iris mata.

Sedangkan di bagian bawah tubuhnya yang meliputi pipi, dagu, tenggorokan, dada, perut, sampai dengan batas tunggir tampak berwarna putih agak keabu-abuan. Lalu kakinya sama seperti paruh yaitu berwarna hitam gelap dan ekornya berukuran agak panjang.

Habitat dan penyebaran

Habitat burung merbah yaitu kawasan terbuka, tumbuhan sekunder, tepi jalan dan kebun sampai ketinggian 1500 mdpl. Mereka membangun sarang berada di pepohonan yang tumbuh di sekitar rumah masyarakat, pinggiran jalan, kebun, sampai dengan taman yang banyak pepohonannya.

Burung ini tersebar di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Negara-negara yang dijadikan tempat hidup burung ini cuma menghuni beberapa negara saja seperti Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Thailand.

Di alam liar, burung ini membangun sarang tidak hanya menghuni area hutan, tetapi juga bisa di sekitar kawasan terbuka yang ada rumah penduduk.

Dalam kesehariannya burung ini sering membentuk kelompok dan berbaur dengan sesama jenisnya. Mereka akan berkumpul ramai-ramai di tempat bertengger dan untuk mencari makan. Makanan kegemaran mereka antara lain jangkrik, belalang, kroto, dan buah-buahan.

Jenis-jenis trucukan di Indonesia

Burung ini bisa ditemui di tanah air, seperti di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Secara global terdapat enam sub-spesies, dengan daerah persebaran berbeda yaitu:

Jambu Deignan, 1955 – Myanmar Selatan (Tenasserim Selatan dari 12•5° N), Thailand Selatan & Tengah, Laos Tengah, Kamboja Selatan dan Vietnam Selatan.
• Analis (Horsfield, 1821) – Semenanjung Malaysia, Sumatra (termasuk Kep. Riau & Lingga, Bangka, Belitung), Jawa (termasuk Kep. Kangean), Bali, Lombok dan Sumbawa.
• Gourdini G. R. Gray, 1847 – Kalimantan (termasuk P. Maratua, Kaltim ) dan P. Karimunjawa(Jawa).
• Goiavier (Scopoli, 1786) – Filipina Utara dan Tengah dari Luzon, Kep. Polillo dan Mindoro, termasuk pulau kecil seperti Panay, Guimaras, Negros dan Masbate.
• Samarensis Rand & Rabor, 1960 – Filipina Tengah (Ticao, Samar, Biliran, Buad, Cebu, Olango, Camotes, Leyte, Bohol).
• Suluensis Mearns, 1909 – Filipina Selatan, dari Dinagat, Nipa dan Camiguin Sur sampai Mindanao, Basilan dan Kep. Sulu (Bolod Timur & Bolod Barat sampai Sanga Sanga dan Bongao).

Baca Juga: Burung Trucukan: Mulai dari Spesifikasi, Penyebaran Sampai Cara Menjinakkan
Seputar Burung Bangau, Satwa yang Menjadi Simbol Banyak Kebudayaan

Cara menjinakkan trucukan

Tahukah kamu, para pecinta burung ternyata banyak yang tergoda ingin membeli dan merawat burung ini. Jika tertarik kamu bisa membeli di pasar burung ocehan. Harga burung trucukan juga tergolong murah, kamu sudah bisa mendapatkan burung dengan tampilan menarik.

Selain itu, burung ini juga mudah dijinakkan. Sebagai informasi, trucukan adalah burung yang terkenal ramah dan mudah beradaptasi. Kemungkinan besar hal ini bisa terjadi karena ia berada di sekitaran tempat tinggal manusia.

Video Terkait