12 Jenis Burung Rangkong yang Ada di Indonesia, Apa Saja?

Ilustrasi burung rangkong (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 22 Juni 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Burung rangkong adalah salah satu jenis burung yang memiliki ukuran terbesar, mulai dari bagian kepala, paruh dan tanduknya yang menutupi dahinya. Meski begitu, masing-masing spesies memiliki standar ukuran tubuh yang berbeda-beda.

Spesies terkecil adalah rangkong kerdil hitam (Tockus hartlaubi) yang memiliki berat sekitar 99,1 gram dan berukuran panjang 32 cm. Sementara spesies terbesar, yaitu rangkong tanah selatan (Bucorvus cafer) memiliki berat rata-rata antara 3,77 hingga 6,3 kg dengan lebar sayap sekitar 180 cm. Rangkong jantan selalu lebih besar dari betina.

Spesifikasi burung rangkong

Sebenarnya ada 57 jenis burung rangkong di dunia, yang tersebar di Asia dan Afrika, dimana 14 jenis lainnya bisa ditemukan di Indonesia.

Nama lain burung ini adalah burung enggang. Selain Kalimantan, enggang juga banyak ditemui di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Untuk diluar Nusantara, enggang juga bisa dijumpai di Asia Tenggara, seperti Selatan Semenanjung Thailand, dan Semenanjung Malaysia.

Burung rangkong adalah contoh hewan tipe peralihan yang terdapat di Indonesia. Burung ini dapat dicirikan dari bentuk paruh dan mahkota yang berwarna putih. Namun warna paruh dan mahkotanya ini nantinya akan berubah menjadi oranye dan merah seiring bertambahnya usia.

Tubuh mereka tertutup oleh bulu yang berbagai warna, seperti putih, abu-abu, hitam, atau bahkan kuning dan merah di kepala, leher, atau di sekitar mata. Enggang juga dapat dikenali dari suara panggilan dan kepakan sayapnya yang berbeda-beda.

Jenis rangkong di Indonesia

Terdapat 12 jenis burung rangkong berasal dari Indonesia. Pulau Sumatera memiliki jumlah spesies rangkong terbanyak dengan sembilan spesies yang diketahui hidup di hutan-hutan yang tersebar di sepanjang pulau, diikuti dengan Pulau Kalimantan yang memiliki delapan spesies dan Jawa dengan tiga spesies.

Sementara itu, tiga jenis rangkong lainnya diketahui sebagai spesies endemic di wilayah Wallacea dan Papua di Indonesia.

1. Rangkong gading (Rhinoplax vigil)

Satu-satunya jenis rangkong yang dihiasi dengan balung atau casque, yang terbuat dari keratin padat. Namun kabar buruknya hal ini juga yang membuatnya menjadi spesies rangkong paling terancam di Indonesia.

Pada akhir tahun 2015, IUCN menggeser status konservasi spesies ini dari Mendekati Terancam menjadi Terancam Kritis, hanya satu kategori sebelum punah di alam.

2. Kangkareng sulawesi (Rhyticeros cassidix)

Nama lain dari rangkong ini adalah Sulawesi Hornbill. Jenis ini adalah salah satu dari tiga spesies endemik di Pulau Sulawesi. Jenis rangkong ini juga menjadi yang terbesar. Status konservasinya diklasifikasikan sebagai Rentan oleh IUCN.

3. Julang sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatus)

Jenis rangkong ini memiliki ukuran tubuh yang paling kecil di antara jenis-jenis rangkong lainnya. Spesies ini berstatus konservasi Rentan menurut IUCN.

4. Julang sumba (Rhyticeros everetti)

Jenis endemik lainnya, yakni julang sumba hanya terdapat di Pulau Sumba. Spesies ini merupakan burung besar yang biasa hidup di kanopi hutan. Menurut IUCN, status konservasinya masuk dalam kategori Rentan.

5. Rangkong badak (Buceros rhinoceros)

Burung rangkong badak memiliki ukuran tubuh yang cukup besar. Status konservasi rangkong ini terstatus Rentan oleh IUCN.

6. Enggang jambul (Berenicornis comatus)

Sesuai namanya, rangkong ini menjadi satu-satunya yang memiliki jambul bak mahkota. IUCN mengklasifikasikan Enggal jambul dengan status konservasi Terancam Berbahaya.

7. Julang emas (Rhyticerus undulatus)

Rangkong ini sangat gemar menjelajah dan dibutuhkan hutan yang sehat baginya berjelajah. Status konservasi Julang emas menurut IUCN adalah Rentan.

8. Rangkong papan (Buceros bicornis)

Rangkong ini berasal dari Sumatera dan memiliki ukuran yang besar. Mereka sangat senang menyendiri di wilayah teritorialnya. Status konservasi Rangkong papan terklasifikasi Rentan oleh IUCN.

9. Kangkareng hitam (Anthracoceros malayanus)

Jenis rangkong ini terkenal sebagai spesies sosial yang setia pada pasangannya. Kangkareng hitam berstatus konservasi Rentan menurut IUCN.

10. Julang jambul hitam (Rhabdotorrhinus corrugatus)

Burung ini terbilang sangat aktif dan sering ditemukan di hutan rawa dataran rendah. Menurut IUCN julang jambul hitam berstatus konservasi Terancam Berbahaya.

Baca Juga: 12 Jenis Burung Rangkong yang Ada di Indonesia, Apa Saja?
Ketahui Mitos Burung Puter yang Dikenal Sebagai Pembawa Rezeki

11. Enggang klihingan (Anorrhinus galeritus)

Rangkong ini menyukai lubang alami di pohon untuk digunakan sebagai sarang. Diantara yang lain, rangkong ini mampu mengeluarkan suara yang lebih lantang dan keras dibanding spesies rangkong lainnya. IUCN mengklasifikasikan spesies ini dalam status konservasi Terancam Berbahaya.

12. Kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris)

Keunikan dari burung rangkong kangkareng perut putih ini adalah memiliki bulu mata panjang, yang sebenarnya merupakan bulu di daerah mata yang berfungsi melindungi mata mereka dari matahari. Jenis ini bisa ditemui di negara India, Bhutan, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Cina, Kamboja, Malaysia, Singapura, Thailand dan Indonesia.

Video Terkait