Jangan Asal Bunuh Satwa yang Dilindungi, Begini Sanksinya

Harimau Sumatera dilepasliarkan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2022.(KLHK)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 22 Juni 2022 | 13:40 WIB

Sariagri - BKSDA Bengkulu bergerak mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem kepada warga di Kabupaten Mukomuko sekaligus sanksi terhadap setiap orang memperjualbelikan dan membunuh satwa dilindungi tersebut.

"Sudah kita sampaikan kepada masyarakat dan kita mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan sendiri dalam menangani harimau yang memasang sapi di wilayah ini" kata Petugas BKSDA Bengkulu Rasyidin.

Ia mengatakan pihaknya mensosialisasikan aturan tersebut kepada warga Kabupaten Mukomuko untuk mengantisipasi jangan sampai mereka melakukan tindakan sendiri, membunuh harimau yang memangsa sapinya.

Ia mengatakan Undang-undang tersebut selain mengatur tentang jenis satwa yang dilindungi, seperti salah satunya harimau sumatera termasuk saksi terhadap siapa saja yang membunuh satwa tersebut.

"Ada sanksi hukumnya terhadap orang yang melakukan tindakan sendiri dalam menangani harimau yang memangsa sapi dan sanksi hukum," ujarnya.

Balai Konservasi Sumber Daya Bengkulu sejak beberapa hari yang lalu memasang perangkap harimau yang memangsa sapi di lahan perkebunan kelapa sawit milik warga Desa Lubuk Cabau, Kabupaten Mukomuko.

Baca Juga: Harimau Kembali Masuk Pemukiman Warga Transmigrasi di Mukomuko
Kenali Perbedaan Karakteristik Empat Kucing Besar dari Genus Panthera

Ia mengatakan, sejak tanggal 20 Juni 2022 perangkap tersebut telah menutup dan mengenai dua ekor biawak sehingga tim dari BKSDA, Polsek V Koto dan Pemerintah Desa Lubuk Cabai mengaktifkan kembali perangkap tersebut.

Pihak BKSDA menyebutkan harimau sumatera pemangsa sapi milik warga Desa Lubuk Cabau, Kabupaten Mukomuko, sampai sekarang masih berkeliaran di wilayah tersebut.

"Harimau masih ada di situ, masih berkeliaran di sekitar itu dilihat dari bekas sapi yang dimangsa," ujarnya.

Baca Juga: Jangan Asal Bunuh Satwa yang Dilindungi, Begini Sanksinya
Harimau Kembali Masuk Pemukiman Warga Transmigrasi di Mukomuko



Sementara itu, pada 15 Juni 2022, Bahrun, warga Desa Lubuk Cabau, Kecamatan V Koto melaporkan peristiwa harimau memangsa sapinya kepada Polsek V Koto, lalu Polsek meneruskan laporan ini kepada BKSDA.

Kemudian pihaknya menindaklanjuti laporan dari warga tersebut pada tanggal 16 Juni 2022 dengan cara mengecek ke lapangan dan ternyata memang harimau itu ada.