Fakta Unik Kupu-Kupu Gajah, Nyengat Terbesar yang Punya Sayap Mencolok

Ilustrasi kupu-kupu gajah (Wikimedia Commons)

Editor: Tanti Malasari - Senin, 20 Juni 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - Apakah Sobat Agri pernah mendengar nama kupu-kupu gajah? Bagi sebagian orang, nama satwa ini memang masih terdengar asing. Meski namanya adalah kupu-kupu gajah, serangga yang satu ini sebenarnya bukan bagian dari kupu-kupu, melainkan jenis ngengat.

Kupu-kupu dengan ngengat adalah dua jenis serangga yang berbeda. Ngengat sendiri merupakan jenis serangga yang mengalami metamorfosis dari ulat. Jenis ngengat yang paling terkenal adalah kupu-kupu gajah yang memiliki sayap yang dilengkapi corak seperti halnya kupu-kupu. 

Untuk dapat mengenali kupu-kupu gajah dapat dilihat dari sayapnya yang memiliki warna cenderung cerah dengan motif yang mencolok. Pada bagian ujung atas sayap memiliki corak seperti kepala ular. 

Berikut fakta unik kupu-kupu gajah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Menghasilkan sutra

Tak hanya ulat sutra yang mampu menghasilkan sutra, ulat kupu-kupu gajah juga bisa menghasilkan sutra. Hasil sutra dari ulat kupu-kupu gajah disebut sebagai sutra fagara. Dimana sutra tersebut memiliki warna cokelat yang digunakan ulat untuk membuat kepompong.

2. Cara melindungi diri

Kupu-kupu gajah kerap kali hinggap di pohon rendah, sehingga membuatnya rentan dimangsa oleh predator seperti, kadal dan burung. Cara kupu gajah melindungi diri mangsa yaitu dengan memanfaatkan coraknya yang berbentuk kepala ular.

Dalam keadaan yang terancam, kupu gajah akan menggerakkan sayapnya seakan meniru gerakan ular. Tentunya hal itu dilakukan untuk mengelabui mangsanya dan gagal memangsa kupu gajah. 

3. Memiliki ukuran jumbo

Sesuai dengan namanya kupu-kupu gajah memiliki ukuran yang cukup besar. Bahkan jenis betina dari kupu-kupu gajah memiliki ukuran yang lebih besar dari sang jantan. Ketika sayapnya direntangkan dapat mencapai ukuran 26 cm.

Mengutip dari Animal Diversity, menyebutkan bahwa antena kupu-kupu gajah jantan dapat mencapai ukuran panjang 3,9 cm dengan lebar 1,3 cm. Sedangkan betina memiliki antena dengan ukuran sedikit lebih kecil panjang 2,1 cm dan lebar 0,3 cm.

4. Ulat kupu-kupu gajah juga berukuran besar

Sebelum kupu-kupu gajah bermetamofosis menjadi ngengat, ia telah menjadi ulat selama 5-7 minggu. Saat menjadi ulat, ia akan memakan daun-daunan. Hal itulah yang menyebabkan ia berukuran besar dengan panjang mencapai 12 cm.

Baca Juga: Fakta Unik Kupu-Kupu Gajah, Nyengat Terbesar yang Punya Sayap Mencolok
5 Fakta Kupu Kupu, Salah Satu Hewan Terindah di Dunia

Tak hanya itu, ulat gajah juga tidak akan berhenti makan hingga mencapai fase kepompong.

5. Tidak memiliki mulut

Setelah satu bulan lamanya menjadi kepompong, ulat gajah bermetamorfosis sempurna menjadi ngengat. Sayangnya pada fase ini kupu-kupu gajah tidak dilengkapi dengan mulut, dan tidak dapat makan.

Hal itulah yang menyebabkan umurnya sangat singkat yaitu sekitar dua minggu saja.

Saat sudah menjadi kupu-kupu gajah dan tidak bisa makan, ia akan bertahan hidup dengan cadangan makanan dalam tubuhnya. Cadangan makanan tersebut didapat saat ia masih menjadi ulat dan banyak makan.

Video Terkait