Burung Merpati: Spesifikasi, Morfologi, Siklus Reproduksi

Ilustrasi burung merpati (Pxhere)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 15 Juni 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Keberadaan burung merpati tentu tidak asing di lingkungan hidup sehari-hari. Pasalnya burung ini menjadi salah satu jenis burung yang banyak dipelihara masyarakat Indonesia. Ditambah lagi harga burung merpati pun tergolong relatif murah.

Burung ini juga dikenal dengan nama burung dara. Namun berdasarkan orinologi, penyebutan ini berbeda berdasarkan ukuran tubuh burung tersebut. lebih kecil, sedangkan panggilan merpati untuk spesies yang lebih besar.

Spesifikasi burung merpati

Burung ini merupakan anggota keluarga Columbidae dari ordo Columbiformes. Ordo ini mencakup 300 spesies burung pekicau. Habitat burung ini mudah ditemui di wilayah pesisir pantai.

Burung ini hampir ada di seluruh dunia. Sebab sebarannya merata sehingga dapat dijumpai di berbagai belahan dunia. Bahkan populasi burung ini mengalami lonjakan yang besar.

Meski begitu, hingga kini belum ada dampak negatif dan tidak berbahaya bagi manusia dan ekosistem. Makanan burung merpati yang paling digemari adalah biji-bijian, rempah-rempah, dan buah-buahan.

Morfologi merpati

Secara umum ciri-ciri burung merpati bisa dikenali dengan fisik yang ada di tubuhnya. Merpati memiliki leher pendek dan berbadan kekar. Paruh mereka juga terbilang pendek ramping, dengan ceres atau lubang hidung berdaging pada spesies tertentu. Adapun morfologinya secara lengkap adalah sebagai berikut:

1. Kepala

Burung ini memiliki ukuran kepala yang cenderung kecil jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Selain itu paruh burung ini juga pendek, yang terbentuk dari maxilla dan mandibul dengan tekstur keras.

Paruh mereka memiliki warna yang bervariasi, mulai dari kecoklatan hingga kehitaman tergantung dari jenisnya.

2. Tubuh

Burung ini memiliki bentuk tubuh yang padat atau gempal. Ukurannya berkisar 10 cm sampai 15 cm. Sepanjang tubuhnya terdapat bulu-bulu halus yang melapisinya dengan beragam warna, seperti cokelat, hitam, putih, dan aneka kombinasi unik lainnya.

Untuk yang didominasi warna putih, disebut dengan nama burung merpati putih.

3. Sayap dan Ekor

Burung ini memiliki sepasang sayap yang ada pada kedua sisi tubuhnya. Ciri lainnya juga bisa dilihat dari ekornya yang panjang. Ekor ini nantinya berperan ketika mereka terbang, sebab ekor akan turut mengembang layaknya kipas.

Pada ujung ekor terdapat bulu-bulu retrices. Bulu-bulu ini juga yang berperan untuk mengontrol gerakan pada saat terbang.

4. Bulu Merpati

Tahukah kamu, bulu merpati terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah plumuae, yaitu bulu yang ukurannya pendek dan halus. Bulu ini berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu tubuh.

Kedua adalah plumae atau bulu countour, yakni bulu yang melapisi serta menutupi plumuae. Sementara berdasarkan letak dan fungsinya, bulu merpati dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

• Reminges, yaitu bulu yang letaknya ada di sayap dan berfungsi untuk terbang.
• Retrices, yaitu bulu yang ada di bagian ekor, kegunaannya untuk mengontrol arah gerakan udara.
• Tetrices adalah bulu merpati di bagian badan.
• Parapterum, yakni bulu yang ada di bagian bahu
• Alula adalah bulu yang ada di jari-jari merpati.

Siklus Reproduksi

Dalam hal reproduksi, merpati berkembang biak secara ovipar atau bertelur. Burung merpati yang siap kawin biasanya berumur 5-8 bulan. Ketika musim kawin tiba, sang betina dan jantan akan menunjukkan perilaku berbeda.

Hal ini ditunjukkan dengan cara, merpati jantan akan merayu dan menempel pada indukan betina. Sang jantan nantinya akan merayu dengan menggembungkan tembolok serta mengembangkan bulu-bulunya sembari melebarkan sayapnya.

Jika rayuan jantan dianggap berhasil, maka keduanya akan langsung melakukan perkawinan. Setelah proses perkawinan, dara jantan akan membuat sarang dari ranting pohon.

Sarang ini biasanya dibangun di atas pepohonan maupun tanah. Proses bertelurnya terjadi dalam kurun waktu 7-10 hari pasca perkawinan dengan kemampuan menghasilkan 1-2 butir telur.

Merpati jantan dan betina sama-sama bergantian mengerami telur-telurnya selama 18-22 hari. Umumnya, merpati betina akan mengerami telurnya pada siang dan malam.

Baca Juga: Burung Merpati: Spesifikasi, Morfologi, Siklus Reproduksi
Mengenal Burung Dara dan Cara Mudah Merawatnya

Sedangkan dara jantan akan mengerami pada pagi dan sore hari. Kemudian ketika sudah menetas, indukan merpati akan merawat serta memberi makan anak-anaknya hingga usia 28 hari.

Rentang hidup mereka bisa pendek (3-5 tahun) atau bisa sangat luas (mencapai 15 tahun). Namun hal ini bisa berbeda-beda tergantung dari berbagai faktor, seperti campur tangan manusia yang merawatnya dan pemangsa alami.

Video Terkait