Mengenal Burung Dara dan Cara Mudah Merawatnya

Ilustrasi burung dara (Pxhere)

Editor: Tanti Malasari - Selasa, 14 Juni 2022 | 21:30 WIB

Sariagri - Burung dara adalah unggas yang termasuk dalam famili dari Columbidae atau burung berparuh. Burung yang juga dikenal dengan nama burung merpati berasal dari ordo Columbiformes yang mencakup 300 spesies kerabat pekicau.

Perbedaan namanya ini berdasarkan ukurannya. Biasanya dara cenderung digunakan untuk ungkapan spesies yang lebih kecil, sedangkan merpati untuk spesies yang lebih besar.

Habitat dan penyebaran burung dara

Awal mulanya burung ini pertama kali dikenal sejak kerajaan Mesir kuno, tepatnya sejak abad ke-20 sebelum Masehi.

Habitat burung ini berada di pesisir pantai, namun mereka juga dapat ditemukan di kawasan hutan, perkotaan, pedesaan, terestrial, bahkan daerah gurun yang terkenal kering.

Kini burung ini telah tersebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Burung ini banyak dibudidaya oleh masyarakat Indonesia dan dijual di pasar hewan. Harga burung dara pun bisa dikatakan relatif murah, yakni sekitar ratusan ribu rupiah. Namun untuk dara balap bisa mencapai jutaan rupiah.

Morfologi burung dara

Ukuran burung ini sangat bervariasi, tergantung dari jenis-jenisnya. Umumnya, panjang tubuh antara 15 hingga 75 cm. Ada spesies terbesar adalah jenis dara yang berukuran 3-4 kg.

Sementara dara terkecil berasal dari genus Colombina dengan berat 22 gram serta panjang 13 cm.

Burung ini memiliki warna yang bervariasi, tetapi umumnya dara memiliki warna abu-abu. Bentuk ekor dara juga biasanya berbentuk bulat dengan ujung berwarna gelap.

Burung jenis ini cukup banyak ditemui. Selain sebagai hewan peliharaan, dara juga banyak diperlombakan.

Menurut klasifikasi, secara umum anggota tubuh burung ini dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

• Memiliki tubuh gempal, kaki serta leher pendek, dan paruhnya ramping.
• Burung dara pemakan biji-bijian memiliki bulu yang berwarna kusam.
• Burung ini senang mengangguk-anggukkan kepalanya.
• Memiliki sayap berukuran cukup besar dengan sebelas bulu utama.
• Otot sayapnya kuat dengan massa 40% dari total berat badan.
• Memiliki bulunya yang lebar, kuat, serta meruncing ke satu titik.
• Memiliki warna bulu merpati begitu bervariasi.
• Pada bagian cerenya memiliki daging.
• Memiliki ukuran kepala yang kecil.
• Memiliki bulu tubuh yang unik.

Cara Merawat Burung Dara

Setelah kamu mengetahui seluk beluk dara, berikut adalah cara merawat burung merpati. Sebenarnya cara merawat burung ini sangat mudah, berikut adalah caranya:

1. Memiliki Kandang Khusus

Pastikan kamu telah memiliki kandang burung dara yang khusus. Cek sangkar burung ini, apakah memiliki tempat bertengger atau tidak, dan kekuatan dari kandang burung ini.

Pastikan ukuran kandang dara cukup luas untuk burung dapat beraktivitas dengan leluasa. Kamu juga perlu menyiapkan kandang burung dengan ventilasi yang cukup, terhindar dari predator, dan juga tidak berada langsung dari paparan sinar matahari.

2. Menyediakan Wadah Minuman dan Makanan

Tak lupa juga sediakan wadah makanan dan minuman di dalam kandang burung, carilah ukuran yang sesuai.

3. Memberikan Makanan Secara Teratur

Poin ini sangat penting untuk diperhatikan. Sama seperti hewan peliharaan lainnya, kamu harus memberikan makanan secara teratur kepada burung merpati. Pilihlah makanan burung seperti biji-bijian seperti kacang, beras, jagung, dan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Burung Dara dan Cara Mudah Merawatnya
Sejumlah Fakta Burung Merak, Burung dengan Bulu yang Sangat Eksotis

4. Membersihkan Kandang Secara Teratur

Yang juga tak kalah penting adalah membersihkan kandang burung secara teratur. Terutama pada bagian bawah kandang biasanya cepat kotor oleh kotoran burung, kamu bisa memberikan alas untuk membersihkannya secara mudah.

Jangan lupa juga untuk membersihkan alas kandang setiap pagi atau kamu bisa membersihkan kandang secara keseluruhan setiap pekan.