5 Manfaat Hutan Bakau dan Dampaknya jika Rusak

Hutan mangrove. (Wikimedia)

Editor: Putri - Selasa, 7 Juni 2022 | 18:35 WIB

Sariagri - Hutan bakau adalah sekumpulan pohon yang tumbuh di sekitar garis pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Mengutip situs resmi Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Buleleng, manfaat hutan bakau adalah menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai.

Sementara itu, manfaat hutan bakau secara ekonomis adalah nilai ekonomi dari kayu dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Tanaman bakau atau mangrove dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan hidup misalnya untuk kayu bakar, arang, bahkan obat-obatan.

Jika terdapat pertanyaan bagaimana hutan bakau dapat menjaga keseimbangan alam jelaskan, hutan bakau menciptakan udara pesisir yang bersih dan melindungi pantai dari abrasi.

Selain itu, bakau dapat memerangkap zat-zat pencemar dan limbah industri serta menjaga kelestarian hewan laut dan darat. Tumbuhan bakau juga bisa menjadi tempat berlindung banyak binatang.

Apa yang terjadi jika hutan bakau rusak?

Jika hutan mangrove rusak, artinya gelombang pasang surut laut tidak tertahan dan mengikis pantai, yang berujung abrasi. Tanaman bakau memiliki fungsi menyerap polusi dalam jumlah banyak. Jika rusak, artinya kualitas udara akan menurun.

Mengutip Smithsonian Ocean, hutan mangrove di dunia menyerap sekitar 34 juta metrik ton karbondiosida per tahunnya. Jika hutan mangrove rusak, jumlah karbon tersebut tetap berada di atmosfer.

Apakah manfaat hutan bakau lainnya? Mengutip situs resmi Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, berikut penjelasannya:

1. Memberi Nutrisi

Manfaat bakau adalah memberikan nutrisi untuk lingkungan sekitar. Bakau atau mangrove keberadaannya sama sekali tidak menganggu keseimbangan dari ekosistem yang ada di tepi pantai.

Selain itu, bakau memberikan nutrisi berupa kesuburan tanah karena tempat tumbuhnya tanaman bakau berada di antara dataran dan lautan. Pada saat air laut pasang, tanaman ini akan terlihat sedang berada di laut.

Namun ketika air laut surut, tanaman ini akan terlihat berada di dataran. Letak dari tanaman bakau dipengaruhi oleh jarak tumbuhnya antara dataran dan lautan.

2. Sebagai Rantai Makanan

Tanaman bakau juga merupakan salah satu rantai makanan karena berperan sebagai produsen. Tanaman ini banyak disukai oleh ikan-ikan kecil dan kepiting.

Tidak sedikit ikan yang menggantungkan hidup dengan memakan daun tanaman bakau ini untuk keberlangsungan hidup.

3. Menjernihkan Air di Sekitar

Tanaman bakau yang tumbuh di tepian pantai akan membuat air menjadi jernih. Bandingkan dengan tepian pantai yang memiliki tanaman bakau dengan yang tidak memiliki tanaman bakau.

Air pantai yang ditumbuhi tanaman mangrove akan lebih jernih dibandingkan dengan yang tidak ditumbuhi tanaman bakau. Oleh sebab itu, banyak digalakkan sosialisasi manfaat penanaman pohon bakau di tepi pantai.

4. Mencegah Erosi Pantai

Area tanaman bakau menjadi tempat yang dapat menjaga perbatasan antara kawasan darat dan laut. Erosi pantai dapat menggerus permukaan bumi sehingga mengancam lingkungan manusia.

Bahkan erosi pantai dapat menimbulkan kondisi serius yang berujung bencana alam besar. Bakau bisa jadi salah satu pilihan untuk menyelamatkan garis pantai dari perairan laut.

Baca Juga: 5 Manfaat Hutan Bakau dan Dampaknya jika Rusak
Menikmati Sejuknya Hutan Suak Parak Mangrove yang Ada di Tengah Kota

5. Menjadi Katalis Tanah dari Air Laut

Tanah bisa masuk ke dalam air laut secara terus menerus karena bagian tanah bersentuhan secara langsung dengan air laut. Untuk mencegah hal ini, bakau menahan tanah di sekitar laut.

Dengan adanya bakau, tanah akan menjadi lapisan yang lebih padat. Hal ini akan menyelamatkan tanah agar tidak terus tergerus oleh air laut.

Video Terkait