Ada 7 Fungsi Ekologis Hutan Mangrove, Apa Saja?

Hutan mangrove. (Wikimedia)

Editor: Putri - Rabu, 25 Mei 2022 | 16:10 WIB

Sariagri - Kita selama ini mengetahui bahwa fungsi hutan mangrove begitu banyak bagi kehidupan. Salah satunya adalah fungsi ekologis hutan mangrove.

Fungsi ekologis hutan mangrove adalah hutan mangrove mampu melindungi, penyangga keseimbangan, dan perlindungan kehidupan. Terdapat banyak fungsi ekologis hutan mangrove.

Jika harus jelaskan fungsi ekologis hutan mangrove, mengutip berbagai sumber, berikut fungsi ekologis hutan mangrove yang perlu diketahui.

1. Sebagai Habitat Ikan

Hutan mangrove merupakan salah satu tempat paling nyaman untuk beberapa jenis mahluk hidup dan organisme. Beberapa spesies seperti udang, ikan dan kepiting banyak berkembang biak di kawasan hutan mangrove.

Sementara itu, manusia membutuhkan beberapa mahluk hidup tersebut sebagai sumber nutrisi dan bahan makanan yang penting untuk kesehatan.

2. Menjaga Kualitas Air dan Udara

Hutan mangrove membantu manusia untuk memperoleh air bersih dan udara yang bersih. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah menyerap semua kotoran yang berasal dari sampah manusia maupun kapal yang berlayar di laut.

Manfaat hutan mangrove lainnya adalah menyerap semua jenis logam berbahaya dan membuat kualitas air menjadi lebih bersih. Selain itu, tanaman yang juga disebut bakau ini membantu alam dalam mendapatkan kualitas udara yang lebih baik dan bersih.

3. Sebagai Penyerap Karbon

Mengutip jurnal berjudul Status Ekologi Hutan Mangrove pada Berbagai Tingkat Ketebalan oleh Heru Setiawan, hutan mangrove berperan sebagai penyerap karbon.

Hasil valuasi ekonomi yang dilakukan LPP mangrove pada 2006 terhadap kawasan hutan mangrove di Batu Ampar, Pontianak, menyatakan bahwa, nilai manfaat hutan mangrove sebagai penyerap karbon sebesar Rp6.489.979.146 per tahun.

4. Mencegah Abrasi Pantai

Pengikisan tanah atau erosi kerap terjadi di bibir pantai yang disebabkan oleh aktivitas pasang surut air laut. Untuk menghadapi masalah tersebut, hutan mangrove pun ditanam agar dapat menjadi pemecah ombak.

Abrasi pantai adalah salah satu fenomena alam yang cukup merugikan. Selain mengancam kehidupan masyarakat pesisir pantai, abrasi juga menimbulkan kerugian bagi makhluk hidup lain.

Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai pencegah terjadinya abrasi pantai. Akar pohon mangrove cukup kokoh sebagai penahan tanah. Oleh sebab itu, reboisasi hutan mangrove disarankan bagi daerah-daerah pesisir pantai yang memiliki potensi untuk terjadi abrasi.

5. Tempat Keberlangsungan Hidup

Hutan mangrove adalah tempat mencari makan, tempat memijah, dan tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, udang, kerang dan biota laut lainnya.

Selain itu, hutan mangrove adalah tempat bersarang berbagai jenis satwa liar terutama burung dan reptil. Bagi beberapa jenis burung, vegetasi mangrove dimanfaatkan sebagai tempat istirahat, tidur bahkan bersarang.

Hutan mangrove juga menjadi tempat bergantung beberapa jenis burung yang melakukan mograsi. Burung-burung tersebut menjadikan hutan mangrove sebagai lokasi antara dan tempat mencari makan.

Hal tersebut dikarenakan hutan mangrove adalah ekosistem yang kaya sehingga dapat menjamin ketersediaan pakan selama musim migrasi.

6. Pencegah Bencana Alam

Hutan mangrove mampu melindungi garis pantai dan meredam gelombang besar laut. Hal tersebut dikarenakan akar pohon mangrove yang kokoh dapat menjaga pantai dari abrasi pantai.

Dengan kata lain, mangrove dapat mencegah bencana alam seperti banjir. Melalui filtrasi, mangrove juga melindungi pertanian lahan basah dan lahan kering dari badai atau angin bermuatan garam.

Baca Juga: Ada 7 Fungsi Ekologis Hutan Mangrove, Apa Saja?
7 Manfaat Hutan Mangrove untuk Kehidupan dan Lingkungan

Hutan mangrove memiliki akar-akar yang rapat dan lebat. Akar tersebut dapat memerangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan dari laut. Dengan demikian, laut terjaga kebersihannya.

7. Penambah Unsur Hara

Hutan mangrove membantu proses pengendapan lumpur dengan menghilangkan racun dan unsur hara air dengan akarnya yang rapat. Pengendapan lumpur yang mengandung unsur hara ini dapat dimanfaatkan oleh tanaman lainnya.

Video Terkait