Influencer di Pakistan Diperiksa Polisi Dituduh Pemicu Kebarakan Hutan

Ilustrasi - Kebakaran hutan. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 22 Mei 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Seorang influencer di Pakistan harus berurusan dengan pihak berwajib. Dia dituduh menjadi pemicu kebakaran di hutan saat membuat konten video yang diunggah di TikTok.  

Humaira Asghar dikenal sebagai Dolly oleh 11,5 juta pengikut TikTok-nya. Video yang dibagikannya telah memicu kemarahan. Dalam video itu, dia mengenakan gaun panjang berjalan dan menari di dekat api unggun di Margalla Hills, Pakistan. Lokasi itu berada di di kaki Himalaya.

"Api menyala di mana pun saya berada," tulisnya dalam caption video yang kini sudah dihapus.

Menurut media Pakistan The News, Kepolisian Islamabad sedang menyelidiki apakah Asghar melanggar Undang-undang Perlindungan Lingkungan dan Satwa Liar.

Sebuah laporan menyebut, area di Taman Nasional Margalla Hills itu dilaporkan terbakar dan menyebabkan kerusakan ekosistem. 

Dikutip dari Al Jazeera, Asghar membantah dirinya menyalakan api dan dalam sebuah pernyataan melalui asistennya mengatakan "tidak ada salahnya membuat video." 

Videonya juga memicu reaksi di media sosial, dengan banyak pengguna mengkritik sikapnya yang sembrono terhadap masalah lingkungan.

"Apakah Anda tahu mengapa Cuaca di Pakistan begitu panas akhir-akhir ini?"

"Kami punya waktu kurang dari sembilan tahun untuk memerangi Perubahan iklim atau cuaca bumi Tidak akan pernah sama."

Rina Saeed Khan Satti, aktivis lingkungan sekaligus ketua Dewan Pengelolaan Margasatwa Islamabad, menyayangkan apa yang dilakukan Asghar. Menurut dia, seharusnya Asghar menggunakan ember berisi air untuk memadamkan api, bukan mengagungkannya.

Asghar menjadi orang kedua yang baru-baru ini dituduh memulai kebakaran hutan di Pakistan untuk kepentingan konten media sosial..

Baca Juga: Influencer di Pakistan Diperiksa Polisi Dituduh Pemicu Kebarakan Hutan
Demi Konten di TikTok Selebgram Ini Nekat Sampai Bakar Hutan

"Ini tren yang mengganggu dan berbahaya,terutama selama musim panas dan kering di negara itu," tulis Satti di Twitter.

Selama dua bulan terakhir, Pakistan dan tetangganya India  dilanda gelombang panas parah yang menewaskan puluhan orang.

Sherry Rehman, Menteri Pakistan untuk perubahan iklim, mengatakan pada akhir April, negaranya telah melewatkan musim semi atau dari musim dingin ke musim panas. 

 

Video Terkait