Mengejutkan, Perbuahan Iklim Percepat Kematian Pohon di Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 19 Mei 2022 | 12:50 WIB

Sariagri - Penelitian terbaru mengungkapkan pohon tropis di hutan hujan mati lebih cepat. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature meneliti pohon tropis di hutan hujan Australia dan menemukan tingkat kematian naik dua kali lipat selama 35 tahun terakhir.

Para peneliti dari The Smithsonian Environmental Research Center and Oxford University, and French National Research Institute for Sustainable Development (IRD) menduga hal itu terjadi karena dampak perubahan iklim menyebabkan pemanasan global dan pengikisan atmosfer.

"Sungguh mengejutkan mendeteksi peningkatan yang nyata dalam kematian pohon. Apalagi tren konsisten di seluruh keanekaragaman spesies dan lokasi yang kami pelajari. Penggandaan risiko kematian berkelanjutan mengartikan karbon yang tersimpan di pohon kembali dua kali lebih cepat melayang ke atmosfer," ujar peneliti utama, David Bauman dikutip phys org.

Peneliti lain, Sean McMahon mengatakan data selama beberapa dekade diperlukan untuk mendeteksi perubahan jangka panjang pada organisme berumur panjang.

"Salah satu hasil luar biasa dari penelitian ini adalah, kita tidak hanya mendeteksi peningkatan kematian, tetapi peningkatan ini tampaknya telah dimulai pada 1980-an, yang menunjukkan bahwa sistem alami bumi mungkin telah merespons perubahan iklim selama puluhan tahun," katanya.

Penemuan di Australia itu semakin dikuatkan dengan studi terbaru di Amazonia. Hasil studi juga menunjukkan tingkat kematian pohon hutan hujan tropis meningkat hingga melemahkan penyerap karbon.

Selama ini hutan hujan tropis adalah penyimpan utama karbon dan penyerap karbon alias sebagai rem moderat laju perubahan iklim dengan menyerap sekitar 12 persen emisi karbon dioksida yang dihasilkan manusia.

Baca Juga: Mengejutkan, Perbuahan Iklim Percepat Kematian Pohon di Hutan Hujan Tropis
Petani Pohon Natal AS Sebut Perubahan Iklim Pengaruhi Bisnis Secara Drastis



Peneliti membuat teori pengeringan atmosfer menjadi penyebab utama kematian cepat pohon hutan hujan tropis.

"Saat atmosfer menghangat, ia menarik lebih banyak uap air dari tanaman, mengakibatkan peningkatan tekanan air di pohon dan pada akhirnya meningkatkan risiko kematian," kata para peneliti.

 

Video Terkait