Gara-gara Gelombang Panas, Burung-burung di India Berjatuhan

Ilustrasi burung camar. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Minggu, 15 Mei 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - Gelombang panas yang menerjang India barat dilaporkan menyebabkan burung-burung berjatuhan akibat kelelahan dan dehidrasi. Gelombang panas yang telah berlangsung selama tiga bulan diperkirakan akan meningkat selama pekan depan.

Di negara bagian Gujarat barat, di mana suhu telah meningkat di atas 40 derajat Celcius selama berminggu-minggu dan di beberapa wilayah  menyentuh 46 derajat Celcius, tim penyelamat menemukan burung yang jatuh dari langit setiap hari.

Dampak panas yang menyiksa pada hewan sejauh ini telah diabaikan, bahkan ketika manusia yang menderita sengatan panas dan dehidrasi sedang dirawat di rumah sakit di mana bangsal terpisah untuk kondisi terkait gelombang panas sedang didirikan di beberapa wilayah negara bagian.

Kondisi telah memburuk secara signifikan untuk hewan karena panas tahun ini adalah "salah satu yang terburuk belakangan ini," menurut penyelamat yang bekerja di rumah sakit hewan yang dikelola oleh organisasi nirlaba Jivdaya Charitable Trust di Gujarat.

"Kami telah melihat peningkatan 10 persen dalam jumlah burung yang perlu diselamatkan,” kata Manoj Bhavsar, yang bekerja erat dengan lembaga tersebut dan telah menyelamatkan burung selama lebih dari satu dekade, kepada kantor berita Reuters.

Aktivis telah mengambil burung-burung ini dan membawa mereka ke rumah sakit yang dikelola aktivis untuk memberikan perawatan segera, termasuk menyuntikkan air ke dalam mulut mereka menggunakan jarum suntik dan memberi makan burung multi-vitamin tablet.Baca Juga: Gara-gara Gelombang Panas, Burung-burung di India Berjatuhan
Kondisi Burung di Indonesia Alami Ancaman Kepunahan Serius



Terjangan gelombang panas ekstrem dimulai jauh lebih awal di India dan Pakistan tahun ini, dengan gelombang pertama tercatat pada awal Maret. Gelombang panas di anak benua biasanya dilaporkan pada bulan Mei, atau dalam beberapa kasus, pada bulan April.

Sementara perubahan pola gelombang panas menjadi lebih kuat dan lebih lama berasal dari beberapa alasan, penyebab yang mendasari peristiwa cuaca ekstrem ini adalah perubahan iklim.

Video Terkait