Burung Raja Udang, Satwa Endemik yang Jadi ‘Indikator’ Kondisi Lingkungan

Ilustrasi burung raja udang (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 13 Mei 2022 | 17:20 WIB

Sariagri - Burung raja udang merupakan satwa endemik asli Indonesia. Burung ini termasuk salah satu jenis atau suku dari Alcedinidae. Burung ini seringkali berkeliaran di alam bebas atau di sekitar pemukiman penduduk.

Raja udang sendiri memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah raja udang biru dan raja udang merah. Raja udang merah merupakan maskot fauna daerah Denpasar. Burung ini melambangkan kekuatan, tangkas, lincah dan semangat mengejar prestasi untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi daerah dan prestasi nasional.

Burung ini sangat mudah ditemui di rawa pesisir, mangrove serta di muara sungai. Persebarannya berada di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok serta berada di Sumbawa.

Spesifikasi Burung Raja Udang

Raja udang meninting atau nama latinnya Alcedo meninting ini adalah salah satu jenis burung kecil. Ukuran tubuhnya sangat kecil, yakni berkisar 14 cm dengan ciri-ciri bagian bawah tubuhnya berwarna merah jingga terang dengan penutup telinga.

Ia juga bisa dicirikan dengan bentuk tubuh bagian atas dan garis dada biru kehijauan tampak mengilap. Mahkota serta penutup sayap bergaris hitam kebiruan.

Sedangkan untuk bagian kekang, tenggorokan, serta bagian perut berwarna putih. Karakteristik raja udang biru ini memiliki iris berwarna coklat, paruh hitam, serta kaki merah.

Selain itu burung ini memiliki kakinya yang ramping berwarna merah dengan paruh besar berwarna kehitaman.

Jika dilihat dengan seksama, burung dari keluarga Alcedinidae serta Halcyonidae ini, memiliki warna bulu yang cerah, seperti biru dan merah. Warna ini sebenarnya bukan berdasarkan pigmentasi, melainkan efek cahaya yang dinamakan dengan efek tyndall.

Warna biru yang timbul dari efek ini seperti yang terjadi pada langit. Yang terlihat biru pada bulu raja udang itu ternyata berfungsi seperti partikel berukuran koloid yang terdapat di langit ketika intensitas cahaya matahari di titik puncaknya.

Raja udang biru mengalami masa perkembangbiakannya yaitu pada bulan Mei sampai dengan Agustus. Ia akan mengeluarkan telur berjumlah sekitar 3-5 butir, dengan warna keputih-putihan.

Makanan Raja Udang

Makanan burung raja udang adalah ikan-ikan kecil dan udang-udangan. Namun tidak hanya itu saja, ada juga sebagian raja udang yang suka makan ular dan kadal. Bahkan ada juga sebagian lainnya yang menyukai serangga atau suka makan kepiting.

Burung ini termasuk burung pemburu yang pandai. Sebab dari tempatnya bertengger burung ini selalu sabar menunggu mangsanya.

Jadi Indikator Kondisi Lingkungan

Ia menjadi salah satu indikator kualitas suatu lingkungan. Pasalnya burung ini sangat alergi dengan lingkungan yang rusak, terutama daerah perairan dan lahan basah.

Sehingga jika kualitas lingkungan menurun, maka bisa dipastikan populasi burung ini akan semakin sulit ditemui di alam bebas. Hal ini pun terbukti, akibat besarnya pertumbuhan pemukiman dan pertambahan manusia, maka memberi dampak pada hilangnya habitat satwa dan menurunnya kualitas lingkungan sekitar.

Status Burung Raja Udang

Kini status burung raja udang biru atau Small blue kingfisher tengah mengalami keterancamannya secara global hanya berisiko rendah (Least Concern/LC). Jumlahnya pun terus menurun akibat perubahan fungsi lahan basah dan tercemarnya perairan.

Baca Juga: Burung Raja Udang, Satwa Endemik yang Jadi ‘Indikator’ Kondisi Lingkungan
Kondisi Burung di Indonesia Alami Ancaman Kepunahan Serius

Oleh karena itu pemerintah telah melindunginya melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Keunikan Burung Raja Udang Biru

Selain tampilannya yang sangat memikat, burung ini juga memiliki keunikan tersendiri. Hal ini dapat terlihat ketika burung raja udang sedang menukik ke dalam aliran air, maka akan tampak bayangan biru kehijauan dari bulunya yang terlihat seperti kilatan permata yang sangat menawan.

Keunikan lainnya adalah ketika mencari makan, burung ini akan mengangguk-anggukan kepalanya saat mengintai mangsa.

Video Terkait