Pengendalian Perubahan Iklim Lewat Transisi Energi Menjadi Agenda G20

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong. (KLHK)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 12 Mei 2022 | 12:00 WIB

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong mengatakan inisiasi Indonesia FoLU (Forestry and other Land Use) Net-Sink 2030 menunjukkan keseriusan Indonesia dalam penanganan isu perubahan iklim. 

“Melalui Kepmen LHK Nomor 168 Tahun 2022 ini, pemerintah menunjukkan keseriusan untuk mengusung konsep 'Indonesia FoLU Net Sink 2030' sebagai sebuah pendekatan dan strategi dimana pada tahun 2030, tingkat serapan emisi sektor FoLU ditargetkan sudah berimbang atau lebih tinggi dari pada tingkat emisinya (Net Sink),” ujarnya dalam webinar Green Economy Indonesia Summit 2022: The Future Economy of Indonesia, di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Alue mengungkapkan setelah 2030 Sektor FoLU ditargetkan sudah dapat menyerap gas rumah kaca (GRK) bersamaan dengan kegiatan penurunan emisi GRK dari aktivitas transisi energi atau dekarbonisasi serta kegiatan eksplorasi sektor lainnya, tidak terkecuali sektor pertanian.

“Dengan komitmen sektor FoLU yang ditargetkan dapat menurunkan hampir 60% dari total target penurunan emisi nasional, diharapkan ini dapat menjadi pondasi atau landasan untuk mencapai netral karbon/net-zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat,” ungkapnya.

“Bapak Presiden Jokowi juga telah menyampaikan target Indonesia untuk mencapai Net-Zero Emission pada tahun 2060 atau sedapat-dapatnya lebih awal. Arahan Bapak Presiden kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat jelas, bahwa kita menjanjikan yang bisa kita kerjakan, tidak boleh hanya retorika, karena kita bertanggung jawab pada masyarakat kita sendiri sebagaimana dijamin dalam UUD 1945,” tambahnya.

Sariagri - Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan pengendalian perubahan iklim juga menjadi bagian dari agenda G20, di mana salah satunya transisi energi.

“Di dalam transisi energi terkait juga dengan pembangunan rendah karbon. Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan selain untuk upaya pencapaian target penurunan emisi juga perolehan dukungan finansial yang bisa mempercepat energi rendah karbon,” terangnya.

Baca Juga: Pengendalian Perubahan Iklim Lewat Transisi Energi Menjadi Agenda G20
Indonesia Perkuat Kolaborasi Aksi Iklim Berbasis Kelautan di Forum G20

Selain transisi energi, lanjut dia, untuk pembangunan lain berbasis hijau, pemerintah mendorong carbon capture dan storage. Pembangunan ini termasuk di dalamnya industri berbasis gasifikasi seperti yang ada di Sumsel dan Kaltim, dan akan dibangun prototype carbon capture dan storage di Pulau Jawa.

“Diharapkan kita bisa menghitung nilai serapan karbon yang dihasilkan sehingga target penurunan emisi 29% tahun 2030 dapat segera tercapai,” tandasnya.

 

Video Terkait