Bumi Makin Panas, Pemerintah Waspada Ancaman Karhutla

Ilustrasi Kebakaran Hutan. (Pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 11 Mei 2022 | 17:20 WIB

Sariagri - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim harus terus terjaga agar target pada Perjanjian Paris dapat tercapai dan tidak mempengaruhi PDB.

“Kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim harus terus dijaga. Kita komitmen untuk menurunkan 29 persen di tahun 2030 sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional,” kata Menko Airlangga Hartarto dalam Green Economy Indonesia Summit 2022, yang disaksikan secara daring di Jakarta, Rabu (11/5).

Menko Airlangga mengatakan jika target net zero emission tercapai, PDB dunia akan turun sebesar 10 persen di mana Asia Tenggara merupakan salah satu daerah ataupun regional yang beresiko tinggi.

Selain itu berdasarkan climate economic index juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat rentan, terutama ketika memasuki musim kemarau. Pemerintah pun khususnya melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah bersiap menghadapi kebakaran hutan.

"Sebetulnya ini sama seperti menghadapi pandemi. Jadi kita sebetulnya punya tentara untuk kebakaran hutan, dan juga punya tentara untuk penanganan pandemi. Ini kan satu hal sama yang dilakukan,"pungkas Airlangga.

"Sebelumnya juga kita tahu, dunia enggak punya pemadam kebakaran di tahun 1930-an. Tapi dengan risiko yang ada, sekarang seluruhnya punya pemadam kebakaran," tambahnya. 

Pihaknya pun berharap, kesadaran akan dampak perubahan iklim harus terus dijaga. 

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan pada musim kemarau ini, pengendalian kebakaran hutan dan lahan saat ini tengah difokuskan di daerah rawan yang memiliki kawasan gambut, termasuk di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

"Di masa kemarau atau dengan kondisi jarang terjadi hujan maka wilayah-wilayah yang memiliki kawasan gambut akan menjadi perhatian bersama untuk langkah antisipasi," ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Basar Manullang, seperti dilansir dari Antara

Dia menyebutkan saat ini pengendalian kebakaran hutan tengah difokuskan pada beberapa daerah rawan, terutama di wilayah Sumatera yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Sumatera Utara.

Upaya pengendalian juga dilakukan di wilayah Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Baca Juga: Bumi Makin Panas, Pemerintah Waspada Ancaman Karhutla
BMKG: Potensi Kebakaran Lahan dan Hutan Mengancam NTT

Dia menjelaskan saat ini telah terjadi penurunan curah hujan di sebagian wilayah Sumatera, dengan terdapat potensi provinsi lain akan masuk dalam masa kering pada Mei-Juni 2022.

Potensi penurunan curah hujan tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, dia menyebut perlunya peran serta masyarakat, terutama di tingkat tapak, untuk menentukan upaya-upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Video Terkait