Pemprov NTT Rencana Bangun Industri Bambu di Pulau Flores

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menggelar penanaman bambu. (Sariagri/Charles)

Editor: M Kautsar - Senin, 25 April 2022 | 11:15 WIB

Sariagri - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi Desa Persiapan Bangka Wela, Desa Golo Worok, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai untuk menggelar penanaman bambu bersama dalam kelompok bambu Belang Leca binaan Yayasan Bambu Lestari.

Pada kesempatan itu, Viktor menyampaikan ucapan terima kasih kepada mama-mama bambu, karena dengan menanam bambu, maka sekaligus akan menanam air. 

“Kita tidak sedang menanam bambu saja, tetapi juga menanam air, karena satu rumpun bambu itu menyimpan 5.000 liter air di dalamnya,” ucap Viktor.

Menurut Viktor menanam bambu tidak saja menolong masyarakat di tempat itu, tapi nantinya akan dipindahkan ke wilayah-wilayah yang kering dan rawan bencana banjir dan longsor.

Bambu menurut dia, mempunyai manfaat yang luar biasa karena bambu tidak hidup sendiri. Jika bambu menyimpan air maka tanaman apapun di sekitarnya bisa hidup.

Viktor juga meminta para guru terus mendorong anak-anak murid untuk menanam bambu. Kedepannya, menurut orang nomor satu NTT ini mengatakan akan dibangun industri bambu di daratan Flores.

“Bapak Presiden sudah menyampaikan ke saya kemarin lewat menteri koperasi, beliau sudah menyiapkan agar mempersiapkan di Ngada untuk industri. Karena di Ngada mempunyai 28 juta batang bambu yang sudah ada, kita persiapkan industri atau pabrik di Ngada dan Nagekeo, sehingga nantinya di Pulau Flores akan berdiri pabrik besar bambu setelah 2,5 juta anakan yang akan ditanam di tujuh kabupaten. Kalau kita punya pabrik, kita akan bikin apapun dari bambu seperti baju, rumah dan lainnya,” ucap dia.

Selain menanam bambu, gubernur juga meminta mama-mama di tempat itu untuk menanam bawang putih. “Kalau bisa di daerah sini, mama-mama bambu tolong tanam bawang putih juga, nanti benihnya datang dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT,” kata dia.

Viktor juga berjanji kalau bambu yang ditanam tumbuh dengan baik, termasuk bawang putih. Maka pada tahun depan dia akan kembali dan menginap di tempat itu.

Untuk diketahui bahwa para perempuan penanam anakan bambu di Desa Persiapan Bangka Wela, Desa Golo Worok, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, meraup untung Rp612,5 Juta.

Dana ini berasal dari usaha mereka menanam dan menjual anakan bambu. Mereka pun menyimpan keuntungan mereka senilai ratusan juta tersebut melalui Bank NTT. Penanaman anakan bambu dilakukan di lahan sekitar RTK Bangka Wela.Pada kesempatan ini juga Ketua Kelompok Bambu Belang Leca, Antonia Mbue menyampaikan ungkapan hatinya mewakili anggotanya.

Antonia tampak membacakan ungkapan hatinya yang terkonsep di ponsel androidnya. Perempuan separuh baya itu memang sengaja melakukan itu, karena ingin menunjukan ke Viktor bahwa penanaman bambu yang ditekuni telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi rumah tangga, termasuk bisa membeli ponsel.

“Saya minta maaf, saya memakai HP ini untuk membuat konsep apa yang akan saya sampaikan, karena ini HP pemberian dari hasil kami bibit bambu. Jadi, tidak hanya uang saja kami dapat tetapi pengetahuan dan HP kami dapat,” kata Antonia.

Baca Juga: Pemprov NTT Rencana Bangun Industri Bambu di Pulau Flores
Dibantu China, Para Pemuda di Negara Ini Sukses Berbisnis Bambu

Antonia mewakili 46 anggotanya, mengucapkan limpah terima kasih kepada Gubernur NTT, Bupati Manggarai, Ketua PKK Provinsi NTT, BPMD Provinsi NTT, DLHK Provinsi NTT, Ketua PKK Kabupaten Manggarai, UPT KPH Manggarai, Bank NTT Ruteng, Yayasan Bambu Lestari dan semua pihak yang terlibat dalam program pembibitan bambu.

“Kami sangat senang Kami sangat bangga sekali bapak gubernur bisa datang di kampung kami dengan keadaan wilayah desa kami yag terbatas. Semoga bapak tidak kapok untuk datang kembali lagi ke desa kami,” yang disambut tepuk tangan dan sorak hadirin.

Video Terkait