Beberapa Tanaman Tropis Mampu Mengangkat Logam Berat dari Tanah

Ilustrasi hutan. (pixabay)

Editor: M Kautsar - Rabu, 20 April 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Sariagri - Beberapa tanaman tropis ternyata berpotensi digunakan dalam proses remediasi lahan yang terkontaminasi logam berat. Tanaman tersebut dinilai efektif untuk proses fitoremediasi, yakni penggunaan tanaman untuk mengekstrak dan menyimpan kontaminan dari tanah.

Temuan penting ini merupakan hasil studi tim peneliti dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura (NTU Singapura) dan Dewan Taman Nasional Singapura (NParks), untuk mengembangkan Fitoremediasi sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk menghilangkan logam berat dari tanah yang tercemar.

"Kami berangkat untuk mengungkap bagaimana memanfaatkan tanaman tropis dengan lebih baik untuk melakukan fitoremediasi dan melalui teknik karakterisasi tingkat lanjut, kami menunjukkan bagaimana beberapa spesies tanaman tropis ini dapat menjadi ramah lingkungan dan cara "hijau" untuk menghilangkan kontaminan dalam tanah," kata Profesor Lam Yeng Ming, Ilmuwan NTU yang ikut memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip Sciencedaily.

Tim melakukan survei lapangan dan mengumpulkan sampel tanah dan tanaman antara Maret 2019 hingga Januari 2020. Sebanyak 46 spesies tanaman baik spesies yang asli atau dinaturalisasi ke Singapura, dipelajari sebagai kandidat potensial untuk fitoremediasi. Di antara tanamn tersebut, 12 spesies termasuk rumput sapi (Axonopus compressus), hiperakumulator seperti pakis rem (Pteris vittata) dan pegagan india (Centella asiatica), sangat efektif untuk mengakumulasi beberapa jenis logam berat dan metaloid.

Unsur-unsur yang diselidiki dalam penelitian ini adalah logam berat dan metaloid yang berpotensi beracun bagi manusia dan hewan, seperti kadmium, arsenik, timbal, dan kromium. Zat kimia tersebut terjadi secara alami di tanah dan jarang ada pada tingkat beracun. Namun, zat tersebut dapat terakumulasi dan mencapai tingkat yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lama, karena partikel logam berat dari polusi udara (misalnya emisi kendaraan, kegiatan konstruksi) cenderung menumpuk dan tetap berada di lapisan atas tanah.

Faktor lain yang dapat menyebabkan tingginya kadar logam berat dalam tanah termasuk penggunaan produk sintetis seperti pestisida, cat, baterai, limbah industri, dan aplikasi lahan dari lumpur industri atau domestik.

Baca Juga: Beberapa Tanaman Tropis Mampu Mengangkat Logam Berat dari Tanah
Divonis Bersalah Soal Polusi Udara, Anies: Kami Tidak Akan Banding!



Untuk menghilangkan polutan tersebut biasanya menggunakan metode pencucian tanah dan pencucian asam yang biayanya relatif mahal dan mungkin menggunakan bahan kimia keras untuk menghilangkan polutan dari tanah.

Metode tersebut juga melibatkan penggunaan alat berat untuk melakukan penggalian dan pengangkutan tanah dan prosedur ini dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dengan mempengaruhi kesehatan dan kesuburan tanah. Metode-metode ini juga berisiko tinggi membuat manusia atau hewan terpapar logam berat.

Video Terkait