Pembiayaan Rehabilitasi Mangrove, BRGM : Salah Satunya dari World Bank

Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono. (BRGM)

Editor: M Kautsar - Rabu, 6 April 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono menyebutkan pembiayaan khusus terkait percepatan rehabilitasi mangrove tahun ini masih dalam proses. Menurut dia, ada beberapa skema pembiayaan yang mungkin dilakukan untuk percepatan rehabilitasi mangrove. Salah satunya adalah pinjaman dari World Bank sebesar 400 juta dolar AS (sekitar Rp5,7 Triliun).

"Pada saat ini dari Kementerian Keuangan sedang memproses pinjaman dari World Bank sekitar 400 juta dolar AS, peminjamnya adalah Kemenkeu yang dialokasikan untuk rehabilitasi mangrove," ungkap Hartono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (06/04/2022).

Hartono menjelaskan, pembiayaan dari World Bank nantinya menggunakan skema performance based payment. Anggaran yang sudah dialokasikan, mangrove ditanam, kemudian dalam lima tahun mendatang dimonetisasi mangrove tersebut ke sistem perdagangan karbon.

"Sebagian pembayaran dari perdagangan karbon, sebagian lagi tentu mekanisme pengembalian hutang seperti biasa. Ini domainnya ada di Kemenkeu," jelasnya.

Selain pinjaman World Bank, skema pembiayaan lainnya yang akan dilakukan BRGM yaitu bersumber dari dana rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Di luar itu, kami bersama KLHK juga sedang menyusun beberapa skema pembiayaan untuk pelaksanaan rehabilitasi mangrove, ada potensi dari pelaksanaan rehabilitasi DAS yang sebetulnya bisa digeser untuk rehabilitasi mangrove," katanya.

Hartono menambahkan, skema pembiayaan rehabilitasi mangrove lainnya yang tengah dikembangkan juga yaitu melalui investasi.

Sebelumnya, Hartono mengungkapkan pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tahun 2021 belum ada pembiayaan khusus yang dialokasikan untuk mangrove.

Baca Juga: Pembiayaan Rehabilitasi Mangrove, BRGM : Salah Satunya dari World Bank
PKSPL IPB University Sebut Lima Pilar Ketahanan yang Bisa Dicapai Dengan Ekosistem Mangrove



Menurut dia, pelaksanaan rehabilitasi mangrove tahun pertama 2021 menggunakan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang awalnya dialokasikan sebesar Rp1,5 Triliun untuk target 83.000 hektar.

"Tapi, seiring berjalan waktu karena ada peningkatan Covid pada saat itu maka anggaran disesuaikan. Kami hanya menyelesaikan 33.000 hektare dari 83.000 hektare. Sementara yang 50.000 hektare ini masih rencana saja belum dilanjutkan alokasi pembiayaannya," imbuhnya.

Video Terkait