Ternyata Ini Asal Mula Kenapa Singa Dapat Julukan Si Raja Hutan

Ilustrasi singa. (pixabay)

Editor: Reza P - Sabtu, 2 April 2022 | 18:30 WIB

Sariagri - Selama ribuan tahun, singa telah diakui sebagai hewan terkuat, paling berani, dan paling ganas. Dan, untuk waktu yang lama, "Lion King" telah mendominasi alam liar.

Mengapa singa disebut raja hutan dan bukan binatang lain? Mungkin ini merupakan pertanyaan umum di benak banyak orang, mengingat singa bukanlah hewan terbesar di alam liar. Juga, singa tidak benar-benar hidup di hutan, melainkan di sabana dan padang rumput.

Berikut adalah hasil informasi yang telah dirangkum dari laman Nature Noon, tentang bagaimana singa dinobatkan sebagai raja hutan.

Apakah Singa Tinggal di Hutan?

Singa kebanyakan hidup di padang rumput, sabana, dan semak belukar. Meskipun ada beberapa hutan di habitatnya, hutan ini bukanlah hutan lebat seperti hutan rimba.

Akan sangat jarang menemukan singa yang hidup di hutan. Dan itulah alasan mengapa sebagian orang menganggap singa bukanlah raja hutan sesungguhnya. Karena istilah 'hutan' mengacu pada hutan lebat dengan banyak pohon dan vegetasi.

Satu-satunya hutan yang menjadi tempat singa tinggal adalah Cagar Alam Kafa, Ethiopia. Ini adalah satu-satunya wilayah berhutan lebat yang merupakan habitat alami bagi singa. Selama penelitian, singa ditemukan hidup di hutan hujan sebagai penduduk tetap untuk pertama kalinya.

Mendapat Gelar Raja Hutan

1. Kekuatan Alami

Tidak ada keraguan bahwa singa sangat kuat. Binatang buas ini dapat membunuh hampir semua binatang di alam liar kapanpun mereka mau.

Seekor singa memiliki berat sekitar 330 pon, cukup besar tentunya. Ketika singa menyerang seekor binatang, kecepatan dan kekuatannya tidak tertandingi. Mereka akan mencapai kecepatan tertinggi hingga 50 mil per jam saat mengejar mangsa.

Mereka juga memiliki kekuatan gigitan sekitar 650 pon per inci dan dapat dengan mudah mengangkat sekitar 2.300 pon. Sapuan cakar singa adalah salah satu yang terkuat, menghasilkan kekuatan sekitar 400 lbs.

Kekuatan ini memberi singa keunggulan yang jelas dibandingkan hewan lain di alam liar. Mereka tidak perlu khawatir dimangsa oleh predator lain. Faktanya, singa tidak memiliki musuh alami, kecuali hyena yang kerap memangsa anak-anak mereka.

2. Keberanian

Meskipun jelas bukan hewan terbesar, keberaniannya luar biasa. Singa tidak takut pada binatang apa pun di alam liar.

Aspek ini memungkinkan singa dapat memburu setiap hewan di habitatnya. Ia bisa berburu mangsa kecil seperti kijang, yang biasa seperti zebra dan rusa kutub, atau bahkan yang lebih besar seperti kerbau dan jerapah.

Umumnya, singa berburu untuk kelompok yang dikenal sebagai 'kebanggaan'. Kebanggaan biasanya terdiri dari sekitar 15 singa. Pasukan berburu terdiri dari beberapa singa betina, yang diibaratkan sebagai pencari nafkah kebanggaan.

Karena hewan-hewan ini berburu sebagai kelompok, mereka menjadi lebih tak kenal takut.

3. Kepemimpinan dan Struktur Sosial

Dalam kelompok, terdapat hierarki sosial yang cukup jelas, dengan menempatkan satu singa dominan sebagai raja kebanggaan.

Singa jantan akan menjaga ketertiban dan memastikan keamanan kelompok. Sementara betina menyempurnakan keterampilan berburu mereka. Hal ini bertindak sebagai sumber perlindungan bagi kelompok, dengan terus menjaga kelangsungan hidup.

Kepemimpinan dan struktur sosial memberi singa keunggulan atas hewan lain. Hal ini sangat membantu agar kelompok bekerja sama untuk menjatuhkan mangsa dan bertahan hidup di alam liar.

4. Raungan Perkasa

Auman singa adalah yang paling keras di antara semua jenis kucing besar. Auman mereka yang menakutkan dapat terdengar hingga 5 mil (8 km) jauhnya.

Ini adalah salah satu aspek yang membantunya menanamkan rasa takut pada hewan lain. Auman singa yang keras menandakan bahwa mereka tidak akan segan terhadap hewan lain yang mencoba mengganggu kelompoknya.

Raungan juga membantunya berkomunikasi dengan singa lain dalam jarak jauh. Jika sekelompok singa sedang berburu dan salah satu anggotanya tersesat, singa-singa lain dapat mengikuti suara auman untuk menemukannya.

5. Mereka Ditakuti

Sebagai predator puncak, mengartikan bahwa singa tidak memiliki musuh alami. Dengan kata lain, tidak ada binatang yang berburu singa.

Satu-satunya predator yang berani 'main-main' dengan singa adalah hyena. Dan ini karena hyena juga berburu dalam kelompok besar sekitar 20 individu.

Hyena akan membunuh dan memakan anak singa jika mereka menemukannya. Juga, mereka terkadang akan berusaha merebut mangsa dari singa, yang biasanya menghasilkan perkelahian yang mematikan. Namun, mereka hanya dapat melakukannya jika jumlah mereka melebihi jumlah singa.

Adakah Predator yang Lebih Baik dari Singa?

Saingan terdekat singa dalam hal ini adalah harimau. Badan konservasi Save China's Tigers menyatakan bahwa penelitian menunjukkan harimau memang lebih kuat dari singa dalam hal kekuatan fisik.

Seekor harimau memiliki berat lebih dari seekor singa dalam ukuran penuh. Seekor harimau dewasa bahkan memiliki berat hingga 800 pon, tetapi seekor singa hanya memiliki berat sekitar 550 pon.

Harimau memiliki otot yang lebih padat, kaki yang lebih lebar, dan pusat gravitasi yang lebih rendah. Harimau juga memiliki cakar yang lebih besar dan kuat serta dapat melompat lebih tinggi saat menyerang.

Singa vs. Harimau

Jika dihadapkan satu lawan satu, harimau memiliki kekuatan yang lebih dari singa.

Pertemuan langsung singa dan harimau pernah terjadi pada tahun 2010 di Kebun Binatang Ankara, Turki. Harimau diduga menghancurkan pagar pembatas dan bertemu dengan seekor singa yang tidak berkoloni. Singa tersebut akhirnya mati karena terluka akibat cakaran harimau di pembuluh darah leher.

Insiden serupa juga terjadi pada tahun 1914 di Kebun Binatang Bronx di New York, Amerika Serikat. Hasilnya sama, harimau berhasil mengalahkan singa.

Kedua insiden kebun binatang tersebut tentu akan menghasilkan hal berbeda ketika perkelahian terjadi di alam liar.

Para ahli dari Lion Research Center University of Minnesota menyatakan bahwa jika pertarungan satu lawan satu maka pemenangnya adalah harimau. Namun, dalam hal berburu, singa melakukan pekerjaan yang lebih baik. Dan karena mereka juga berburu dalam kelompok besar, perburuan mereka lebih berhasil.

Baca Juga: Ternyata Ini Asal Mula Kenapa Singa Dapat Julukan Si Raja Hutan
Sampai Panjat Pohon, Raja Singa Ketakutan Dikepung Gerombolan Ini

Jadi, mengapa singa raja hutan dan bukan harimau? Keberanian dan dominasi adalah beberapa faktor kunci mengapa singa dianggap raja. 

Juga, harimau lebih pendiam dan merupakan pemburu soliter, tidak memiliki struktur keluarga yang menonjol. Aspek sosial dari keluarga singa membuat mereka lebih kuat dan tak terkalahkan di alam liar.

Video Terkait