Ini Alasan Kenapa Buaya Bisa Bertahan dari Asteroid

Ilustrasi Buaya tetap hidup ketika asteroid menabrak bumi. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 1 April 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Sekitar 66 juta tahun yang lalu, dinosaurus yang menguasai bumi dimusnahkan oleh sebuah asteroid besar. Namun, tidak dengan buaya yang bertahan dan memiliki keturunan hingga saat ini.

Melansir USA Today, ledakan yang ditimbulkan oleh asteroid saat itu begitu besar sehingga menyebabkan gempa bumi global, gelombang pasang, kebakaran hutan, dan bahkan hujan beracun. Asteroid itu juga menabrak salah satu titik batu yang kemudian meledak dan melemparkan sejumlah besar debu ke langit.

Akibatnya, debu menghalangi matahari selama berbulan-bulan dan mengirim Bumi ke musim dingin yang panjang, gelap, dan beku. Tanpa sinar matahari, tumbuhan hijau mati, diikuti oleh hewan pemakan tumbuhan, dan mereka yang memangsa konsumen tumbuhan.

Beberapa Dinosaurus Bertahan Hidup

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Buaya Bisa Bertahan dari Asteroid
Diklaim Tak Pernah Makan Daging, Ini Kisah Buaya ''Vegan'' di Kuil Sri Ananthapura



Para ilmuwan berpikir tiga perempat dari semua jenis (spesies) hewan yang berbeda di bumi telah musnah termasuk sebagian besar dinosaurus. Namun beberapa berhasil bertahan karena berbagai alasan.

Sekelompok dinosaurus berlayar, dibantu oleh kemampuan mereka untuk terbang dan menemukan makanan di tempat yang jauh. Bulu mereka melindungi mereka dari dingin, dan paruh mereka membantu mereka memakan biji terkubur yang ditemukan di dekat tanaman mati.

Hebatnya, para penyintas dinosaurus ini masih hidup sampai sekarang. Para ilmuwan menyebut burung sebagai keturunan mereka.

Mengapa Buaya Dapat Bertahan dari Asteroid?

Ada dua alasan utama mengapa Buaya tidak punah seperti dinosaurus ketika ditabrak asteroid. Pertama, buaya bisa hidup sangat lama tanpa makanan. Kedua, mereka tinggal di tempat yang paling tidak terpengaruh ketika asteroid menabrak Bumi.

Buaya adalah salah satu hewan 'unik' yang selamat dari asteroid. Itu karena mereka tidak bisa terbang untuk melarikan diri, tidak memiliki bulu untuk bertahan hidup dari dingin, dan tidak memakan biji untuk bertahan hidup.

Alasan penting yang dapat membuat buaya bertahan hidup adalah karena tubuhnya menggunakan energi yang sangat sedikit. Mereka sering berbaring, bernapas perlahan dan bahkan memiliki detak jantung yang sangat lambat. Begitulah cara buaya bisa menahan napas di bawah air selama lebih dari satu jam.

Itu juga bisa membuat mereka pergi tanpa makanan selama berbulan-bulan dan terkadang lebih dari setahun. Ini akan sangat membantu ketika makanan (seperti hewan lain) menjadi sulit ditemukan setelah asteroid menghantam.

Dibandingkan dengan dinosaurus yang umumnya lebih aktif, sehingga membutuhkan lebih banyak energi, terutama pemakan daging seperti Velociraptor. Tanpa makanan, mereka akan mati dengan cepat.

Bukan Hanya Buaya yang Selamat dari Asteroid

Buaya tidak hanya bertahan dari ancaman kepunahan massal akibat asteroid, mamalia kecil yang hidup menjelang akhir zaman dinosaurus juga selamat. Kebanyakan dari mereka berukuran kecil, seperti tikus yang berlarian di serasah daun mati di tanah, memakan serangga dan cacing.

Makhluk-makhluk kecil ini tidak bergantung pada tanaman hijau yang hidup, tetapi pada daun-daun mati dan kulit kayu yang jatuh dari pohon, atau ditiup dan disapu dari tempat lain. Jadi seperti buaya, mamalia kecil mampu bertahan hidup di asteroid sebagian dari mereka tidak terlalu bergantung pada tanaman hidup. 

Video Terkait