AS Lepaskan Miliaran Nyamuk Modifikasi Genetik Atasi Penyakit Berbahaya

Ilustrasi nyamuk (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Kamis, 31 Maret 2022 | 18:50 WIB

Sariagri - Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) telah menyetujui rencana dari perusahaan biotek Oxitec untuk melepaskan miliaran nyamuk rekayasa genetika di Florida dan California untuk membatasi penularan penyakit berbahaya seperti demam berdarah, Zika, dan demam kuning. Oxitec akan melepaskan 2,4 miliar nyamuk yang diubah gennya antara tahun 2022 dan 2024.

CEO Oxitec, Gray Frandsen mengatakan nyamuk yang akan dilepaskan adalah nyamuk Aedes aegypti jantan yang telah dimodifikasi secara genetik untuk mengekspresikan protein tTAV-OX5034. Setelah jantan ini bereproduksi dengan nyamuk betina liar, protein akan diteruskan dan menghasilkan larva betina yang mati begitu saja sebelum mencapai usia dewasa, dikutip dari NBC.

Tahun lalu, setelah mendapat persetujuan dari EPA dan otoritas lokal, perusahaan meluncurkan program percontohan untuk melepaskan jutaan nyamuk GM di area tertentu di Florida Keys. Setelah persetujuan EPA, Oxitec sekarang akan mengajukan permohonan izin kepada regulator negara bagian di California dan Florida untuk ditinjau.

Mereka mengatakan pelepasan nyamuk Oxitec yang oleh EPA disebut sebagai produk pestisida eksperimental dapat terjadi di area seluas 34.760 hektar di kedua negara bagian antara sekarang dan 30 April 2024, ketika eksperimen berakhir. EPA membatasi pelepasan nyamuk dari sekitar peternakan dan fasilitas pertanian.

Persetujuan tersebut juga berisi instruksi tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi badai tropis atau kebakaran hutan, bencana alam yang berulang kali melanda Florida dan California, dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: AS Lepaskan Miliaran Nyamuk Modifikasi Genetik Atasi Penyakit Berbahaya
Quokka, Hewan Paling Bahagia di Dunia yang Hampir Punah

"Oxitec akan mengembalikan Kotak Pemeliharaan Nyamuk ke fasilitas yang aman dengan aman di bawah perlindungan tiga kali lipat (dengan dua dari tiga lapisan penahan menjadi anti pecah) sebelum bencana diperkirakan mencapai area uji coba, jika aman untuk melakukannya," kata EPA.

Oxitec mengatakan pada tahun 2020 sebuah percobaan di kota Brasil yang dilanda demam berdarah menghasilkan pengurangan 95 persen populasi Aedes aegypti.

Video Terkait