Puluhan Kera di Pulau Awaji Alami Alergi Serbuk Sari

Ilustrasi kera. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Tanti Malasari - Selasa, 29 Maret 2022 | 18:55 WIB

Sariagri - Lusinan kera di Pusat Monyet Pulau Awaji di Prefektur Hyogo, Jepang bagian barat, mengalami demam akibat alergi serbuk sari di musim semi.

Melansir Mainichi, pemerintah pusat di kota prefektur Sumoto memberi makan sekitar 350 kera liar Jepang pada siang hari. Sejak awal Maret, 30 monyet telah dikonfirmasi menunjukkan gejala alergi serbuk sari. Mereka menunjukkan gejala bersin dan pilek.

Diantaranya terdapat Puriko (21) dan Monday (28), kera betina, yang menderita gejala cukup parah. Keduanya bahkan terlihat menggaruk-garuk mata.

Baca Juga: Puluhan Kera di Pulau Awaji Alami Alergi Serbuk Sari
Harimau Bernama Putin Mati di Kebun Binatang AS Akibat Gagal Jantung

Gejala biasanya berlanjut hingga akhir April. Direktur pusat tersebut Toshikazu Nobuhara menyatakan keprihatinannya.

"Mereka tidak dapat minum obat atau memakai masker, jadi yang bisa kami lakukan hanyalah mengawasi mereka," ucapnya.

Menurut Asosiasi Cuaca Jepang, pohon cedar di wilayah Kansai, Jepang bagian barat, akan terus memproduksi serbuk sari dalam volume tinggi hingga akhir Maret. Sejak itu, pohon cemara Jepang akan menggantikan cedar dalam memproduksi dan menyebarkan serbuk sari.

Alergi serbuk sari ini memang biasanya dialami oleh masyarakat Jepang. Penyakit tahunan ini mendapat julukan kafunsho. Biasanya gejala alergi akan terjadi seperti bersin, hidung tersumbat dan ingusan.

Video Terkait