Hari Hutan 2022: Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan

Ilustrasi - Hutan. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 Maret 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Apa yang terlintas dalam pikiran bila mendengar kata 'hutan'? ya, hutan merupakan salah satu komponen dalam kehidupan yang memiliki peran penting. Ia menjadi sumber pemasok oksigen terbesar yang mendukung kelangsungan hidup seluruh makhluk yang ada di bumi.

Sayangnya, semakin hari masyarakat semakin mengabaikan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Ini bisa dilihat dari banyaknya kasus kebakaran dan penggundulan hutan yang dilakukan oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.

Dengan latar belakang inilah, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan tanggal khusus untuk memperingati Hari Hutan Sedunia, yaitu setiap 21 Maret. Peringatan ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya kelestarian hutan.

Melansir dari United Nations, Hari Hutan Sedunia tahun ini mengusung tema "Forests and Sustainable Production and Consumption", di mana berfokus pada dukungan kelestarian kayu-kayu secara berkelanjutan untuk kehidupan bersama.

Kayu membantu menyediakan makanan dan air yang terbebas dari bakteri, membuat furnitur dan peralatan yang tak terhitung jumlahnya, menggantikan bahan yang berbahaya seperti plastik, menciptakan serat baru untuk pakaian dan, melalui teknologi, menjadi bagian dari bidang kedokteran atau perlombaan luar angkasa. Sangat penting untuk memproduksi dan mendayagunakan kayu dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai produsen sumber udara dan air bersih terbesar, hutan juga berperan penting untuk memerangi perubahan iklim. Pengelolaan hutan yang lestari dan pemanfaatannya atas sumber daya adalah kunci untuk memerangi perubahan iklim, dan untuk berkontribusi pada kemakmuran dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.

Pada siang hari, pohon menyerap karbon dioksida untuk fotosintesis dan memberikan oksigen, udara yang kita hirup. Karbon di hutan melebihi jumlah karbon saat ini di atmosfer. Hutan dan tanah hutan menyimpan lebih dari satu triliun ton karbon.

Oleh karena itu, hutan memainkan peran penting dalam memerangi bencana perubahan iklim dengan menyerap dan menyimpan sejumlah besar CO2. Selain itu, pohon dapat menurunkan suhu di kota hingga 8°C, menurunkan penggunaan AC dan emisi terkait hingga 40%. Tapi saat manusia menebangnya–biasanya untuk memberi ruang bagi pertanian–mereka mengalami penurunan kemampuan untuk mengatur iklim global.

Sementara di seberang sana, dalam konteks ekonomi, sebuah studi dari PBB menunjukkan bahwa hutan sebenarnya dapat mengangkat satu miliar orang keluar dari kemiskinan dan menciptakan 80 juta pekerjaan hijau tambahan. Sekitar 1,6 miliar orang–termasuk lebih dari 2.000 warga lokal–bergantung pada hutan untuk mata pencaharian, obat-obatan, bahan bakar, makanan, dan tempat tinggal mereka.

Mengapa Diadakan Perayaan Hari Hutan?

Tujuan mendasar untuk merayakan hari hutan internasional adalah untuk memberi tahu orang-orang tentang pentingnya pohon. Fase paling kritis yang dilalui dunia saat ini adalah kompleksitas berupa perubahan iklim. Proporsi Ozon telah menurun ke tingkat yang mengancam, sementara satu-satunya alasan di baliknya adalah polusi akibat aktivitas manusia di bumi.

Kenaikan suhu yang berbahaya dan kerugian dalam siklus musiman adalah isyarat nyata dari kehancuran yang rentan dan penurunan kehidupan di bumi. Selain motif PBB untuk sosialisasi, mengatasi perubahan iklim saat ini masuk ke dalam kategori awal, dan itulah yang ditandai melalui perayaan hari ini, agar lebih bergairah, semangat dan tekad.

Baca Juga: Hari Hutan 2022: Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan
Hari Hutan Internasional 2021: Restorasi Hutan Pulihkan Kesehatan



Hari hutan internasional juga merupakan upaya memerangi proses deforestasi–penggundulan hutan–demi urbanisasi dan modernisasi. Jangan sampai dunia merusak keindahan alam semesta ini melalui penggundulan hutan. Sumber kebahagiaan anorganik dan buatan dapat membawa kepuasan sementara, tetapi tidak bisa menjadi sumber kemaslahatan permanen, seperti halnya hutan.

Oleh karena itu tujuan dari hari ini adalah untuk mendorong setiap individu untuk berkontribusi apa yang mereka bisa lakukan untuk mengamankan planet ini demi generasi sekarang atau mendatang.