BRGM Optimistis Program Rehabilitasi Mangrove Bisa Capai Target

BRGM rehabilitasi mangrove di Papua. (Antara)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 4 Februari 2022 | 17:05 WIB

Sariagri - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) mendapat tugas dari pemerintah untuk ikut serta dalam percepatan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare hingga tahun 2024.

Kepala BRGM, Hartono mengatakan pihaknya optimistis target yang sudah dicanangkan dapat tercapai. Selain dukungan pembiayaan dari APBN dan APBD,, lanjut dia, ada skema lain untuk mendapatkan tambahan pembiayaan agar percepatan program bisa tercapai.

“Kita masih optimis, kalau sekarang 33.000 hektare itu kan dikerjakan pakai APBN saja, sementara sebetulnya ada skema lain,” ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (4/2/2022).

Hartono mengungkapkan rehabilitasi 600 ribu hektare lahan mangrove bisa dicapai melalui bantuan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) oleh izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH). Selain itu, ada juga model investasi di kawasan penyimpanan dan penyerapan karbon.

“Jika tidak hanya model sekarang, sekarang menggunakan APBN dikerjakan masyarakat. Kalau nanti, jika regulasinya sudah jadi dibuka ada perusahaan atau investor yang masuk ke situ. Sekali kerja bisa puluhan ribu hektare," katanya.

Untuk diketahui, target rehabilitasi mangrove BRGM di tahun 2021 sebesar 33.000 hektare dan realisasinya digadang-gadang melebihi target. Di tahun 2021 BRGM melakukan penanaman mangrove seluas 34.911 hektare.

Merujuk data Peta Mangrove Nasional (PMN) 2021, sebaran luas ekosistem mengrove di Indonesia memiliki luasan sebesar 3.364.080 hektare yang terdiri dari 2.661.281 hektare dalam kawasan dan 702.799 hektare di luar kawasan.

Rehabilitasi mangrove di lingkup Kementerian

Upaya rehabilitasi mangrove dijalankan dengan menggandeng Kementerian atau Lembaga terkait, salah satunya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta mendorong perekonomian masyarakat.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, KKP, Pamuji Lestari mengatakan bahwa di tahun 2021 telah dilaksanakan penanaman mangrove di 36 Kabupaten/Kota dengan total luas area tanam 1.371,6 hektare dengan upah padat karya Rp6.530.441.

Sementara di tahun 2022, lanjut dia, program yang akan dijalankan tidak hanya penanaman saja namun juga restorasi dan pengembangan ekosistem pesisir, serta pelatihan dan bantuan sarana dan prasarana pengolahan produk turunan mangrove yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

“KKP berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir seperti mangrove, sehingga rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir Indonesia menjadi salah satu upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim. Dari sisi ekonomi, mangrove juga dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis edukasi bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf mengatakan bahwa fokus KKP dalam ekosistem mangrove adalah melakukan restorasi di kawasan dengan kerusakan mangrove yang tinggi.

“Fokus KKP terhadap ekosistem mangrove adalah melakukan restorasi pada kawasan yang memiliki kerusakan tinggi dan menjadikan mangrove sebagai tempat edukasi. Selain itu, mangrove dapat diberdayakan oleh masyarakat untuk diolah sehingga dapat meningkatkan ekonomi di wilayah pesisir,” tandasnya.

Sementara itu, di lingkup Kementerian Koordinas Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), rehabilitasi mangrove pada tahun 2021 belum memenuhi target. Hal itu dikarenakan adanya recofusing anggaran.

“Di 2021 sudah kita lalui, karena ada recofusing sehingga belum dapat memenuhi target sasaran, sehingga di tahun-tahun berikutnya harus dilakukan percepatan ataupun target yang lebih ambisius,” ujar Asisten Deputi Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kebencanaan, Kus Prisetiadi dikutip dari webinar refleksi akhir tahun 2021 BRGM.

Baca Juga: BRGM Optimistis Program Rehabilitasi Mangrove Bisa Capai Target
Lewat Percepatan Rehabilitasi, Luas Penanaman Mangrove di Riau Capai 6.320 Ha

Dia menyebutkan bahwa target Kemenko Marves yang dicanangkan oleh BRGM untuk rehabilitasi mangrove seluas 83.000 hektare. Namun, kata dia, hanya tercapai seluas 34.000 hektare.

“Di sini kami mengindentifikasi juga melalui PEN yang kemarin sebelumnya sudah berhasil hingg Rp1,5 triliun kita mendapat pendanaan untuk rehabilitasi mangrove, hanya saja terkena recofusing sehingga target 83.000 hektare itu hanya tercapai sekitar 34.000 hektare,” tandasnya.

Video terbaru:

Video Terkait