Hewan Garangan, Si Pemakan Segala yang Mirip dengan Musang

Ilustrasi hewan garangan (Wikimedia Commons)

Editor: Tanti Malasari - Kamis, 3 Februari 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Garangan adalah hewan yang sangat terkenal di Pulau Jawa. Bagi masyarakat Jawa hewan ini lebih akrab dipanggil lenggarangan. Mereka merupakan spesies omnivora kecil.

Banyak orang yang menganggap hewan ini sebagai musang, sebab bentuk keduanya yang sangat mirip. Namun sebenarnya kedua hewan ini tidak memiliki hubungan kekerabatan apapun. Hewan ini berbahaya dan memiliki rabies, sehingga sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi.

Karakteristik garangan

Tubuh hewan ini cenderung kecil hingga sedang seperti luwak. Mereka dapat tumbuh hingga 410 mm dengan berat badan berkisar 1 kilogram ketika sudah dewasa.

Ukuran ekornya juga terbilang panjang, yakni mencapai 60-80% dari seluruh tubuhnya. Namun ukuran kakinya terbilang cukup pendek. Tungkai belakang kakinya dapat mencapai ukuran 70 mm hingga ujung jari.

Mereka memiliki moncong yang runcing dengan ukuran telinga yang relatif besar. Seluruh tubuh mereka ditumbuhi bulu berwana coklat kelabu hingga coklat kemerahan. Warna kemerahan ini memiliki fungsi untuk membuatnya sulit terlihat saat sedang bersembunyi di sebuah lubang pohon atau lubang di tanah.

Selain bentuk tubuhnya, ada keunikan lain yang dimiliki hewan ini, yaitu suaranya. Garangan memiliki 12 suara dasar yang bisa dibedakan oleh telinga manusia.

Suara-suara tersebut akan dimodulasi secara spectral, intensif, spectral dan temporal untuk berkomunikasi secara intraspesifik maupun interspesifik dalam jarak pandangnya yang terbatas. Keunikan itu, menguntungkan mereka ketika berada di rerumputan dan semak belukar.

Perilaku garangan

Bisa dikatakan hewan ini sangat aktif. Mereka akan berburu, di siang ataupun malam hari. Jenis makanan mereka tidak berbeda jauh dari trenggiling. Mereka biasanya memakan serangga, ketam, katak, kadal, burung, cacing tanah, biawak, ular, ayam, kalajengking, dan hewan pengerat. Namun, terkadang mereka juga sesekali memakan telur dan bangkai.

Kehebatan mereka salah satunya adalah mampu mengikat protein bisa ular agar tidak mematikan saat dikonsumsinya. Hal ini dikarenakan mereka tergolong genus Herpestes, yang memiliki kandungan glycoprotein. Mereka juga punya kebiasaan untuk menjilati dan mengisap-isap darah yang keluar dari luka mangsanya.

Habitat dan persebaran

Habitat hewan ini kebanyakan hidup di hutan-hutan terutama yang masih rimbun dengan pepohonan atau semak-semak dan padang rumput daerah dataran yang landai. Hal ini berguna bagi mereka untuk bersembunyi di semak belukar sebagai tempat pertahanan dirinya dari serangan mangsa.

Populasi mereka tersebar dari Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, satwa ini seringkali dijumpai di Pulau Jawa, dan dikenal jenis garangan jawa atau Herpestes Javanicus. Namun tidak menutup kemungkinan juga mereka bisa ditemui di daerah lain seperti Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Selain itu, hewan ini juga bisa ditemukan di area persawahan, tambak dan juga kebun. Mereka bahkan sengaja dipelihara dan dibiarkan berkeliaran oleh petani untuk membantu mengusir tikus, ular, bekicot dan serangan hama lainnya yang mengganggu tanaman padi dan jagung sehingga acap kali menjadi ancaman gagal panen.

Bukan hewan yang dilindungi

Berdasarkan data dari daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), hewan bertaring ini tergolong dalam Least Concern (LC).

Baca Juga: Hewan Garangan, Si Pemakan Segala yang Mirip dengan Musang
Karakteristik Musang, Hewan Mamalia yang Hasilkan Kopi Termahal di Dunia

Meski demikian, populasi hewan pembawa virus rabies ini masih dapat terancam dikarenakan masih banyaknya perburuan dan perdagangan yang dilakukan manusia. Untuk itu, Amerika Serikat kini sudah membuat regulasi ketat untuk membatasi impor satwa ini.

Beberapa negara seperti Laos, Thailand, dan Vietnam, mereka kerap dijadikan sebagai target buruan. Sementara di Indonesia, terutama daerah Medan, Sumatera Utara, satwa ini cenderung diperjualbelikan dan dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Video Terkait