Karakteristik Musang, Hewan Mamalia yang Hasilkan Kopi Termahal di Dunia

Ilustrasi musang (Wikimedia Commons)

Editor: Tanti Malasari - Kamis, 3 Februari 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Sejak tren kopi luwak banyak diminati penikmat kopi, hewan musang menjadi kian dilirik. Pasalnya hewan bernama latin Paradoxurus hermaphrodites ini, merupakan penghasil kopi yang punya harga selangit.

Pencernaan hewan ini terbilang sangat singkat dan sederhana. Oleh karena itu biji kopi yang dimakan oleh hewan jenis luwak ini, tidak dapat dicerna sehingga keluar bersama dengan kotorannya.

Ciri-ciri musang

Secara umum, hewan ini termasuk kelompok hewan famili Viverridae. Mereka adalah hewan karnivora (pemakan daging), namun di habitat alaminya hewan ini lebih menyukai buah-buahan, sehingga cenderung disebut frugivora pemakan buah-buahan atau dikategorikan sebagai hewan omnivora atau pemakan segala.

1. Memiliki bulu punggung yang berwarna abu-abu kecokelatan.
2. Memiliki sepasang mata yang bercahaya jika berada di tempat yang gelap.
3. Memiliki gigi yang tajam yang berfungsi untuk merobek makanan.
4. Memiliki kuku yang tajam yang berfungsi untuk memanjat pohon.
5. Memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada kucing biasa.
6. Memiliki sepasang telinga yang tajam.
7. Memiliki ekor yang panjang.
8. Memiliki hidung yang sedikit runcing.
9. Pandai memanjat dan bersifat arboreal, lebih kerap berkeliaran di atas pepohonan.
10. Terdapat kumis di kedua pipinya (seperti kucing).
11. Tinggal atau bersarang di tempat yang gelap.
12. Memiliki empat kaki.
13. Aktif di malam hari.

Aman dijadikan hewan peliharaan

Awalnya, mamalia ini memang dianggap liar dan meresahkan, karena kerap memangsa hewan ternak seperti ayam dan burung. Namun sekarang mereka sudah banyak dijinakkan dan aman untuk dijadikan peliharaan.

Bahkan bagi para penggemar hewan berkaki empat ini, mereka dianggap sebagai hewan yang imut, pintar, dan bisa dijadikan teman.

Namun meski begitu tetap harus berhati-hati, mereka juga bisa menggigigit ketika merasa terancam. Namun ketika sudah jinak, hewan ini bisa diajak bermain tanpa melukai pemiliknya.

Luwak mengeluarkan aroma pandan

Ada beberapa jenis dari mereka yang umum dipelihara, diantaranya adalah luwak atau juga dikenal dengan nama musang pandan. Hal ini bukan tanpa alasan, aroma yang keluar dari tubuh hewan ini memang seperti bau pandan.

Bau ini berasal dari kelenjar yang terletak di bagian bawah ekor jantan yang berguna untuk membatasi daerah sekitarnya serta memikat sang betina. Hewan jenis ini sangat memakan buah-buahan seperti pepaya, pisang, dan pohon kayu afrika. Namun sesekali mereka juga memangsa hewan kecil seperti serangga, cacing tanah, dan tikus.

Selain jenis itu, ada juga musang akar, yang banyak ditemukan pada pohon buah seperti pohon aren, pohon kasturi, pohon jambu, dan pohon sukun. Lalu musang air yang berpopulasi di daerah dataran rendah dan dekat sungai dan rawa-rawa. Dan terakhir ada musang Sulawesi asal Indonesia yang bermasuk jenis langka.

Dari sekian jenis yang ada, terdapat juga binturong dan sigung. Binturong merupakan anggota keluarga viverridae. Sedangkan sigung berasal dari keluarga Mephitidae. Namun kedua hewan ini memang tampak mirip dengan musang.

Baca Juga: Karakteristik Musang, Hewan Mamalia yang Hasilkan Kopi Termahal di Dunia
Australia Gelontarkan Rp500 Miliar untuk Lindungi Populasi Satwa Ikoniknya

Sigung mempunyai kelenjar yang memproduksi sebuah cairan yang berbau busuk. Dua kelenjar ini terletak di dekat pangkal ekornya. Cairan ini disemprotkan ketika mereka merasa terancam.

Awalnya sigung akan menghentakkan kaki depannya, lalu ia akan mengangkat ekornya dan menggeram. Ada juga sigung yang berdiri dengan dua kaki dan memperlihatkan tubuhnya yang menjadi lebih besar karena marah.

Video Terkait