Australia Gelontarkan Rp500 Miliar untuk Lindungi Populasi Satwa Ikoniknya

Koala satwa ikonik Australia.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 31 Januari 2022 | 18:40 WIB

Sariagri - Pemerintah Australia berencana menggelontarkan anggaran 35 juta dolar AS atau lebih dari Rp500 miliar untuk melindungi koala dan meningkatkan upaya pemulihan spesies ikonik itu.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan dana itu akan digunakan untuk memulihkan habitat dan mendukung pelatihan dan perawatan  salah satu spesies paling istimewa di dunia itu. 

"Koala adalah salah satu ikon Australia yang paling dicintai dan paling dikenal, baik di sini di rumah maupun di seluruh dunia. Kami berkomitmen untuk melindungi mereka untuk generasi yang akan datang," ujar Morrison seperti dilaporkan UPI.com.

Dengan dana 35 juta dolar AS, pemerintah Australia telah menghabiskan total anggaran 52 juta dolar AS untuk melindungi koala sejak 2019.

Koala terdaftar sebagai spesies rentan, satu tingkat sebelum status terancam punah dalam daftar merah, spesies berisiko punah menurut International Union for The Conservation of Nature.

Menurut IUCN, populasi koala diperkirakan berjumlah 100.000 - 500.000 secara global. Namun, penelitian dari Australian Koala Foundation menunjukkan status spesies itu "sangat terancam punah" dengan hanya tersisa 43.000 ekor di alam liar.

"Koala mengalami penurunan serius akibat dampak perusakan habitat, serangan anjing domestik, kebakaran hutan dan kecelakaan di jalan," tulis situs web AKF

Menteri Lingkungan, Sussan Ley dalam siaran persnya mengatakan penelitian genetik sedang dilakukan untuk memahami bagaimana varian DNA yang unik dapat memberikan ketahanan terhadap penyakit seperti klamidia.

Baca Juga: Australia Gelontarkan Rp500 Miliar untuk Lindungi Populasi Satwa Ikoniknya
Kehati Berbagi Fakta Maraknya Perdagangan Ilegal hingga Rusaknya Habitat Primata



"Lebih dari 3.200 dokter hewan dan perawat hewan telah menerima pelatihan spesialis trauma kebakaran hutan, dengan program baru yang akan didanai karena kami terus bekerja dengan kebun binatang besar untuk mendukung penelitian dan perawatan," kata Ley.

"Dana senilai 200 juta dolar AS kami berikan katalis sebagai respon kebakaran hutan untuk inisiatif jangka panjang berbasis sains guna membantu spesies asli dan menyoroti pentingnya melindungi hewan paling ikonik kami, dan Koala jelas salah satunya," tambahnya.

Video terkait: