AS Gelontorkan Dana Rp19,3 Triliun untuk Pulihkan Hutan dan Lahan Terbakar

Ilustrasi - Kebakaran hutan.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 25 Januari 2022 | 15:20 WIB

Sariagri - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi tidak hanya di negara berkembang tetapi juga negara maju, termasuk Amerika Serikat (AS). Selain faktor peningkatan suhu bumi secara global, karhutla juga menimbulkan krisis dan bencana iklim yang lebih besar.

Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris mengumumkan Gedung Putih (white house) akan menggelontorkan dana hingga 1,35 miliar dolar AS (sekitar Rp19,3 triliun) untuk memulihkan lahan yang terbakar, termasuk 600 juta dolar AS untuk California.

Dikutip Successful Farming, Menteri Pertanian AS, Tom Vilsack mengatakan Departemen Pertanian AS (USDA) akan memasukkan lebih dari 48 juta dolar AS ke dalam protek untuk mengurangi risiko kebakaran hutan, di mana hutan federal dan padang rumput berbatasan dengan tanah milik petani di bagian Barat AS.

"Krisis iklim hampir semuanya berkaitan dengan apa yang kita lihat dalam hal krisis kebakaran hutan. Bahwa cara terbaik untuk melawan yang kami percaya adalah dengan fokus tidak hanya pada reaksi tetapi juga upaya pencegahan," kata Harris.

Dana sebesar 48 juta dolar AS akan disebarkan ke 41 proyek yang dibangun berdasarkan strategi Dinas Kehutanan AS seperti untuk menipiskan hutan, memangkas pohon, melakukan pembakaran yang ditentukan dan membuat sekat bakar di jalur api untuk mengurangi kemungkinan kebakaran hutan semakin besar.Baca Juga: AS Gelontorkan Dana Rp19,3 Triliun untuk Pulihkan Hutan dan Lahan Terbakar
Kasus Karhutla di Kalimantan, KLHK Gugat Dua Perusahaan Rp1 Triliun dan Rp752 Miliar



"Kebakaran hutan tidak memiliki batas dan begitu pula upaya kita untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan meningkatkan ketahanan hutan, masyarakat, persediaan air dan lahan kerja kita," kata Vilsack.

Untuk diketahui, diperkirakan 7,6 juta hektare hutan di AS terbakar tahun lalu, termasuk " Api Dixie" yang melalap hingga 960.000 hektare di California Utara. Api itu diketahui menjadi api pertama yang melintasi puncak Sierra di Nevada. 

Video terbaru:

Video Terkait