Hutan Pendidikan Unhas Punya Potensi Produksi Gula Aren dan Madu

ilustrasi hasil produksi gula aren yang dikembangkan masyarakat Bengo-Bengo, Kabupaten Maros. (Antara/Suriani Mappong)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 25 Januari 2022 | 10:30 WIB

Sariagri - Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar berpotensi memproduksi gula aren dan madu hutan. Proses produksinya dapat dilakukan dengan memberdayakan masyarakat setempat.

"Hutan Unhas yang dikelola Fakultas Kehutanan Unhas akan mengembangkan potensi gula aren dan madu hutan di kawasan Bengo-Bengo, Kabupaten Maros," ujar Dekan Fakultas Kehutanan Unhas Mujetahid M.

Mujetahid dalam keterangan persnya pada 24 Januari 2022 mengatakan sebagai langkah awal pengembangan potensi gula aren, pihaknya bersama Dosen Fakultas Kehutanan Unhas, Syahidah melakukan observasi ke lokasi pengolahan gula aren yang dilakukan masyarakat di areal Hutan Pendidikan Unhas.

Berdasarkan hasil peninjauan itu, lanjut dia, masyarakat setempat mengolah atau memasak nira aren dengan menggunakan kayu bakar kurang lebih 3-4 batang kayu berdiameter 6-12 cm yang diperoleh dari sekitar tempat pengolahan.

Kelemahan dari proses pengolahan atau memasak gula aren dengan kayu bakar adalah membutuhkan waktu relatif lama. Untuk menghasilkan 30 liter nira membutuhkan waktu sekitar 8-9 jam.

Di Hutan Pendidikan Unhas terbagi atas 9 kelompok penyadap dengan jumlah anggota rata-rata dua orang per kelompok. Masing-masing memproduksi gula aren 5,6 – 9,6 kg per hari atau 168 – 288 kg per bulan per kelompok. Dengan demikian, potensi gula aren dalam satu bulan yang dihasilkan 9 kelompok sekitar 1,5 – 2,5 ton per bulan.

Sementara harga gula aren saat ini Rp30.000 per kg sehingga potensi penghasilan masyarakat dalam sebulan Rp45,36 juta - Rp77,76 juta.

Dia menilai perlu inovasi bahan bakar pengolahan gula aren dengan memanfaatkan biogas. Melihat kondisi selama ini, masyarakat melepasliarkan ternaknya di kawasan Hutan Pendidikan sehingga bisa merusak tanaman dan memakan anakan atau peremajaan pohon aren. Ini merugikan keberlanjutan pengelolaan aren dan mengancam kelestarian tanaman di Hutan Pendidikan.

Pembentukan suatu kompleks terpadu antara kandang ternak dengan pengolahan gula aren sangat dibutuhkan dan harus segera diwujudkan karena kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai biogas. Ini didukung potensi hijauan sebagai pakan ternak yang cukup banyak. Di sisi lain, sapi yang dikandangkan dapat digemukkan sehingga akan memiliki nilai jual lebih.

Baca Juga: Hutan Pendidikan Unhas Punya Potensi Produksi Gula Aren dan Madu
Budidaya Madu Kelulut Bawa Adaro Raih Proper Emas dari KLHK

Kegiatan lain yang dapat diintegrasikan dalam rencana kompleks terpadu adalah pemeliharaan lebah madu. Bunga aren dan beberapa tanaman lainnya dapat menjadi pakan bagi lebah madu.

Karena itu, perlu langkah aktual untuk memulai program ini sehingga pemberdayaan masyarakat sekitar Hutan Pendidikan dapat segera diwujudkan dan Kawasan Hutan Pendidikan akan terjaga dari gangguan ternak.

Video:

Video Terkait