Fakta Binturong, Musang Besar yang Mirip Beruang dan Kucing

Ilustrasi binturong (Wikimedia Commons)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 21 Januari 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Binturong adalah hewan asli dari Asia Tenggara. Mereka dapat ditemukan di kawasan hutan tropis, terutama di Bangladesh, Bhutan, Cambodia, China, India, Laos, Malaysia, Nepal, Philippines, Thailand, and Vietnam. Di Indonesia satwa ini dapat ditemukan di Pulau Jawa, Sumatera, Nias, Riau, dan Bangka.

Dalam bahasa Inggris, nama lain dari hewan ini, yaitu Asian bearcat. Hal ini dikarenakan bentuk tubuh mereka, yang memang terlihat seperti beruang dan memiliki kumis panjang seperti kucing.

Padahal sebenarnya, hewan dengan nama latin Arctictis binturong ini, merupakan mamalia yang mirip musang dengan tubuh dan ekor yang besar. Tubuh mereka cukup panjang, dengan ukuran sekitar satu meter dan ekornya sepanjang 90 sentimeter. Sedangkan berat rata-rata binturong adalah sekitar 100 - 20 kilogram. Namun sang betina memiliki tubuh yang lebih besar sekitar 20 persen dari sang jantan.

Mereka memiliki nama yang berbeda-beda. Beberapa wilayah yang berbahasa dialek Melayu, hewan ini disebut sebagai menturung atau menturun. Selain itu, mereka juga disebut Malay Civet Cat, Asia bearcat, Palawan Beracat, atau yang biasa disebut Bearcat, serta Xiong-Li di China.

Satwa ini seringkali disebut sebagai spesies kunci di dalam suatu ekosistem hutan. Kemampuannya dalam menyebarkan biji buah ara memberikan pengaruh yang sangat krusial dalam kehidupan ekosistem hutan. Selain sebagai penyebar biji, Binturong juga bertugas sebagai pengontrol populasi satwa yang diburunya.

Namun disayangkan, kini populasi hewan unik ini, bisa dikatakan berkurang drastis. Hewan ini masuk ke dalam daftar merah IUCN dengan status Rentan (Vulnerable, VU), dan daftar CITES dengan status Appendix III.
Penurunannya hampir sebanyak 30 persen selama 30 tahun terakhir. Faktor utama yang menyebabkan berkurangnya populasi mereka adalah hilangnya habitat tempat mereka tinggal.

Selain itu, maraknya perdagangan satwa ilegal dan perburuan, membuat populasi mereka semakin menurun. Banyak kelompok dan kalangan tertentu yang menjadikan hewan ini sebagai binatang peliharaan,.
Bahkan ada juga mereka yang berburu hewan ini, untuk dikuliti dan diambil rambutnya serta mengambil daging mereka untuk dikonsumsi atau dijadikan sebagai bahan pengobatan.

Fakta seputar binturong

1. Hewan langka

Keberadaan hewan semakin hari semakin berkurang. Hal inilah yang membuat mereka berada dalam daftar merah sebagai hewan yang populasinya terancam.

2. Memiliki kaki tambahan

Mereka memiliki ekor yang panjang dan kuat, yang berfungsi sebagai kaki tambahan

3. Gemar berada diatas pohon

Hewan merupakan pemanjat yang handal dan menghabiskan waktunya dengan tidur di atas pohon. Saat manjat ke pohon, ekornya sangat membantunya naik ke pepohonan.

4. Hewan nokturnal

Mereka lebih aktif saat malam hari dibandingkan siang hari, karena mereka mencari makan saat malam hari.

5. Hewan karnivora

Mereka gemar memakan tikus, serangga, ikan dan burung. Namun mereka juga gemar memakan buah-buahan, dedaunan, dan tunas pohon.

Baca Juga: Fakta Binturong, Musang Besar yang Mirip Beruang dan Kucing
Mengenal Babi Hutan, Babi Liar yang Jadi Nenek Moyang Babi Ternak

6. Ekspresif

Mereka adalah hewan yang ekspresif, yang mampu mengeluarkan ekspresi dan suara saat sedih dan senang layaknya manusia.

7. Boleh dipelihara dengan persyaratan khusus

Terancamnya populasi hewan ini membuat mereka menjadi hewan yang dilindungi pemerintah. Jika ingin memelihara ini kamu harus memenuhi persyaratan khusus yaitu mengambil binturong yang merupakan turunan ketiga atau lebih dari penangkaran.

8. Hewan yang dilindungi

Di Indonesia, semakin langkanya keberadaan Binturong membuat satwa ini masuk ke dalam daftar satwa dilindungi menurut Peraturan Peraturan Menteri LHK No. P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Video Terkait