Burung Kutilang, Pemilik Kicauan Nyaring dan Merdu Asli Pulau Jawa

Ilustrasi burung kutilang (Wikimedia Commons)

Editor: Tanti Malasari - Senin, 17 Januari 2022 | 20:20 WIB

Sariagri - Indonesia sangat kaya akan keragaman satwa. Ada jutaan spesies burung yang berterbangan di langit Nusantara, salah satunya adalah burung kutilang. Burung kutilang adalah salah satu burung yang banyak dipelihara. Burung dengan nama latin Pycnonotus aurigaster ini, bahkan menjadi jenis burung cucak yang paling populer di Indonesia. Ditambah lagi dengan adanya sebuah lagu anak-anak berjudul “Kutilang”, membuat popularitasnya semakin dikenal luas.

Burung ini terlihat sering berkelompok, baik dengan sesama jenis burung kutilang maupun dengan aneka jenis burung merbah lainnya. Populasinya terbilang masih cukup banyak dan sering ditemui di beberapa daerah, terutama di Pulau Jawa. Sebenarnya, di Indonesia nama resmi burung ini adalah Cucak Kutilang. Bagi masyarakat Sunda, burung dari famili Pycnonotidae (merbah atau cucak-cucakan) ini, dikenal dengan sebutan cangkurileung. Sedangkan di Jawa burung ini dinamai sebagai ketilang atau genthilang.

Karakteristik burung kutilang

Cucak kutilang memiliki tubuh berukuran sedang, dengan panjang tubuh sekitar 20 cm. Bagian sisi tubuh burung ini (punggung dan ekor) berwarna coklat kelabu, sedangkan sisi bawah (tenggorokan, leher, dada, dan perut) berwarna putih keabu-abuan. Mereka memiliki topi, dahi, dan jambul berwarna hitam, tunggir (bagian muka ekor) yang berwarna putih, dan penutup pantat berwarna kuning jingga.

Perbedaan kutilang jantan dan betina

Pada umumnya ukuran burung jantan kutilang lebih kecil dibandingkan burung betina. Namun sang jantan memiliki jambul yang lebih tinggi dibanding betina. Selain itu kutilang jantan memiliki suara kicauan yang terdengar lebih nyaring dan lantang serta lebih rajin berkicau dibanding betinanya.

Burung ini, terkenal ribut dan sangat aktif bergerak. Suara kicauannya terdengan nyaring namun merdu dengan suara “cuk-cuk”, dan “cang-kur” yang diulangi cepat. Burung ini sering diikut lombakan. Penilaian diukur dengan melihat suara yang paling banyak keluar sekaligus tingkat kenyaringan suara. Semakin nyaring maka semakin banyak juga yang minat dan mengincar burung tersebut.

Habitat kutilang

Di Indonesia, kutilang merupakan burung asli dari pulau Jawa dan Bali. Sedangkan di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, menjadi burung feral (dibawa manusia) sebagai hasil introduksi. Habitatnya meliputi hampir di semua pepohonan terbuka, tepi hutan, semak belukar, vegetasi sekunder, tepi jalan, pekarangan, kebun, hingga taman-taman di perkotaan. Mereka tersebar mulai dari dataran rendah sampai wilayah ketinggian 1.500 m dpl.

Persebarannya sudah cukup meluas hingga ke wilayah Asia, meliputi Kamboja, China, Hongkong, Indonesia, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Bahkan Birdlife Internasional menilai bahwa populasi burung ini belum mendekati ambang rentan. IUCN Redlist pun hanya memasukkannya dalam status konservasi Least Concern (LC, Risiko Rendah).

Di Indonesia sendiri, burung ini tidak termasuk burung yang dilindungi, sebab jumlahnya terbilang masih banyak. Namun sebenarnya populasi burung ini kian hari kian menurun. Hal ini diakibatkan oleh degradasi lingkungan maupun penangkapan dan jual beli hewan.

Baca Juga: Burung Kutilang, Pemilik Kicauan Nyaring dan Merdu Asli Pulau Jawa
Mengenal Perkutut Lokal, Burung yang Punya Suara Merdu dan Hal Mistis

Pakan kutilang

Hampir sama dengan jenis burung merbah lainnya. Di alam bebas, burung kutilang memakan buah-buahan yang lunak, seperti pisang dan pepaya. Namun mereka juga gemar memakan berbagai jenis serangga kecil seperti jangkrik, belalang, ulat, serta kupu-kupu. Bisa dibilang itu adalah makanan favorit mereka. Namun dalam pemeliharaan, burung ini juga bisa diberikan pakan pabrik untuk mengatasi rasa jenuh pada makanan.

Manfaat memelihara burung kutilang

Kicauan burung kutilang yang nyaring dan merdu, disinyalir mampu membuat pikiran menjadi lebih tenang dan merasa bahagia. Tak hanya itu saja, suaranya juga bisa menurunkan tingkat stres. Bahkan bagi sebagian orang mengatakan, memelihara burung ini, dipercaya bisa membawa keberkahan dan rezeki tak terputus bagi pemiliknya.

Video Terkait