Dibantu China, Para Pemuda di Negara Ini Sukses Berbisnis Bambu

Ilustrasi - Hutan bambu.(Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 17 Januari 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Saat ini, semakin banyak pemuda Rwanda yang beralih ke pembuatan furnitur bambu dan bisnis tenun setelah mendapat pelatihan keterampilan dari para ahli bambu ChinaLangkah itu dilakukan dalam upaya mengatasi angka pengangguran kaum muda di Rwanda, sebuah negara yang terkurung daratan di timur-tengah Afrika.

Pusat pelatihan pengolahan bambu (pembuatan furnitur dan tenun) berlokasi di Pusat Bisnis Inkubasi Masaka, Distrik Kicukiro, Kigali, Rwanda. Pakar China dari Tim Bambu Rwanda China-Aid telah melakukan proyek pelatihan terkait budidaya, pengolahan, dan pemanfaatan bambu di Rwanda sejak tahun 2009.

“(Para ahli China) mendukung kami dengan peralatan pengolahan bambu dan melatih kami tentang cara membudidayakan bambu, memanennya dan mengolahnya menjadi produk akhir untuk keperluan rumah tangga seperti furnitur, keranjang, tempat lampu, dekorasi, tusuk gigi dan lainnya,” kata Irenee Gumyushime, salah satu siswa di pusat tersebut, kepada Xinhua dalam sebuah wawancara eksklusif.

Gumyushime mengatakan pengolahan bambu telah memungkinkan dia dan rekan-rekannya untuk memperoleh keterampilan dan keahlian yang diperlukan untuk menjadi wiraswasta. Hal itu merupakan faktor kunci untuk mengurangi pengangguran kaum muda di Rwanda.

Para ahli China mengajari kami keterampilan mengolah bambu dan saya sekarang menjadi ahli dalam pembuatan furnitur. Saya juga seorang pelatih di pusat tersebut, tambah Gumyushime.

Dia menyampaikan saat ini mereka sekarang menghadapi tantangan untuk mendapatkan peralatan baru untuk pengolahan bambu. Peralatan yang ada sudah tua dan usang. Terdapat 20 siswa di Pusat Bisnis Inkubasi Masaka yang bergerak dalam pengolahan bambu dan sembilan di antaranya adalah perempuan.

Para siswa di pusat tersebut mampu memproduksi berbagai jenis furnitur untuk rumah dan kantor.

Dari pengolahan bambu, saya bisa mendapatkan penghasilan untuk menopang mata pencaharian saya dan sekaligus menyelamatkan lingkungan, terang Gumyushime.

Baca Juga: Dibantu China, Para Pemuda di Negara Ini Sukses Berbisnis Bambu
Kehati Galang Dukungan Pelestarian 162 Jenis Bambu di Indonesia

Sementara itu, Pakar China di Pusat Bisnis Inkubasi Masaka, Yu Qinhong, menjelaskan bahwa dirinya telah melatih siswa Rwanda tentang cara membuat produk berkualitas dari bambu untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Rwanda cocok untuk mengembangkan industri bambu. Mereka memiliki bahan baku bambu dan populasi anak muda, serta Rwanda yang besar menyukai produk bambu, kata Yu.

Yu berpendapat bahwa iklim kering Rwanda menguntungkan furnitur bambu dan menjauhkan furnitur itu dari jamur.

Video terkait:

Video Terkait