Mengenal Harimau Jawa, Raja Hutan di Tanah Jawa yang Telah Lama Punah

Ilustrasi harimau jawa (Wikimedia Commons)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 14 Januari 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Indonesia memiliki beragam satwa liar endemik yang tersebar di seluruh Nusantara. Beberapa diantaranya ada yang telah dinyatakan punah, yakni adalah harimau Jawa. Hewan dengan nama ilmiah Panthera tigris sondaica ini, dinyatakan sudah punah.

Menurut sejarah, Indonesia memiliki tiga jenis harimau yang pernah ada. Dua jenis diantaranya sudah punah, yaitu harimau Bali (Panthera tigris Balica) yang dinyatakan punah pada tahun 1938. Lalu disusul harimau Jawa (Panthera tigris Sondaica).

International Union for Conservation Nature secara resmi telah mengumumkan bahwa harimau Jawa yang terakhir berada di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur, pada 1976. Sesudah itu sang Raja Rimba ini semakin menghilang dan akhirnya dinyatakan punah pada awal 1980-an.

Penyebab punahnya harimau Jawa

Tradisi Rampogan Macan di masa lalu dan perburuan diduga menjadi alasan punahnya hewan ini. Harimau diburu untuk diambil seluruh bagian tubuhnya, mulai dari kulit, kumis, kuku, taring, hingga dagingnya. Bagi sebagian orang, bagian tubuh harimau dipercaya dapat dijadikan sebagai jimat karena memiliki kekuatan magis.

Selain itu, penebangan hutan dan perkembangan lahan hutan untuk pertanian dan pemukiman sejak awal tahun 1800-an, juga mengusik habitat harimau ini. Hal ini mengakibatkan hilangnya harimau dan akhirnya dinyatakan punah pada awal 1980-an. Saat ini tercatat hanya jenis harimau Sumatera saja yang masih hidup hingga saat ini. Namun statusnya berada di ujung kepunahan karena hilangnya habitat secara tak terkendali, berkurangnya jumlah spesies mangsa, dan perburuan.

Laporan tahun 2008 yang dikeluarkan oleh TRAFFIC – program kerja sama WWF dan lembaga Konservasi Dunia, IUCN, untuk monitoring perdagangan satwa liar, menemukan adanya pasar ilegal yang berkembang subur dan menjadi pasar domestik terbuka di Sumatera yang memperdagangkan bagian-bagian tubuh harimau.

Karakteristik raja hutan di Jawa

Jika dibandingkan dengan jenis-jenis harimau yang ada di Indonesia, harimau Jawa mempunyai ukuran tubuh yang sama dengan harimau Sumatera namun lebih besar daripada harimau Bali.

Tercatat harimau jantan mempunyai berat 100-140 kg, sementara yang betina berbobot lebih ringan, antara 75–115 kg. Panjang kepala dan tubuh hewan jantan sekitar 200-245 cm, hewan betina sedikit lebih kecil.

Habitat Harimau Jawa

Raja hutan tercatat berjelajah tidak melebihi ketinggian 1.200 m dpl. Mereka menghuni dataran rendah, hutan belukar di pegunungan, dan juga berkeliaran hingga ke kebun-kebun wanatani di sekitar perdesaan. Hal ini terbukti dengan hadirnya hewan ini, yang pernah dianggap sebagai hama sehingga banyak manusia yang memburu dan menjebak mereka. diburu atau diracun orang.

Sejak puluhan tahun dinyatakan punah, sesekali laporan tidak resmi tentang harimau ini masih muncul. Namun peneliti meyakini bahwa sang raja hutan ini, masih berjalan di tanah Jawa. Hal ini disampaikan karena mereka mendapatkan foto harimau dari seorang pemburu atau warga lokal.

Sampai akhirnya dilakukan sensus tentang keberadaan harimau Jawa, yang dilakukan selama 1 tahun, yaitu sejak 1999-2000. Kegiatan ini berlangsung di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur.

Baca Juga: Mengenal Harimau Jawa, Raja Hutan di Tanah Jawa yang Telah Lama Punah
Harimau Kembali Masuk Pemukiman Warga Transmigrasi di Mukomuko

Ketika itu, dikerahkan 12 staf taman nasional untuk dilatih dengan dibekali 20 unit kamera. Selain itu, tim juga mendapat bantuan dari yayasan "The Tiger Foundation" berupa 15 unit kamera inframerah dalam rangka memfasilitasi upaya sensus.

Hasil sensus mengatakan bahwa tidak ditemukan, hanya sedikit mangsa dan terlihat banyak pemburu liar. Namun perdebatan tentang masih ada tidaknya harimau ini masih sangat ramai hingga saat ini.

Video Terkait