Mengenal Perkutut Lokal, Burung yang Punya Suara Merdu dan Hal Mistis

Ilustrasi burung perkutut lokal (Foter)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Kamis, 13 Januari 2022 | 16:35 WIB

Sariagri - Burung perkutut lokal atau juga dikenal dengan nama perkutut jawa, merupakan salah satu jenis burung khas Indonesia, terutama di pulau Jawa. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri, sebab suara yang dimilikinya sangat merdu.

Ada hal unik yang dimiliki perkutut, yaitu kerap disebut dengan nama katurangga. Katurangga artinya menyampaikan bentuk badan. Bagi sebagian pemelihara burung, cukup dengan melihat bagian katurangga, maka mereka sudah bisa memastikan bagaimana suara yang akan dikeluarkan oleh burung tersebut.

Dalam persebarannya, beberapa penelitian mengatakan, burung perkutut lokal memiliki persebaran di Filipina, Semenanjung Malaysia. Sedangkan di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, dan Lombok. Spesies ini telah diintroduksi ke seluruh wilayah Asia Tenggara.

Di pasaran harga burung ini termasuk mahal, karena dimulai dari harga ratusan ribu. Namun bila burung tersebut sudah pernah memenangi kontes, harganya bisa berkali-kali lipat dan mencapai jutaan rupiah. Ada hal menarik mengenai burung ini.

Ciri-ciri burung perkutut lokal

  1. Memiliki tubuh ramping panjang berukuran sedang, sekitar 20-25 cm
  2. Burung perkutut ini memiliki bentuk kepala yang kecil dan bulat dengan leher yang lebih pendek dihiasi garis-garis halus.
  3. Bulu mereka didominasi oleh warna cokelat. Jika dilihat corak bulunya terlihat seperti bentuk sisik ular. Hal ini berfungsi sebagai alat pertahanan dari ancaman yang dating, dengan berkamuflase seperti ular.
  4. Ukuran hidung cukup besar, menandakan pernapasannya lebih kuat dan mampu manggung lebih panjang.
  5. Paruh mereka berukuran panjang,
  6. Kakinya berwarna ungu atau merah kehitaman dan ekor yang agak panjang dan ujungnya lebih lancip.

Bentuk fisik burung perkutut lokal jantan dan betina sangat berbeda. Ciri fisik yang membedakannya adalah perkutut jantan mempunyai fisik yang kuat dan mampu bergerak dengan lincah. Pada gaina wajah sang jantan, juga berwarna putih yang lebih banyak ketimbang burung perkutut betina. Ketebalan paruh perkutut jantan juga lebih tebal dan lebar dibandingkan dengan perkutut betina.

Pakan burung perkutut lokal

Ada banyak jenis pakan untuk burung ini, dari yang alami, buatan, sampai racikan. Ketika hidup di alam bebas, burung ini gemar memakan rerumputan, benih gulma dan serangga kecil. Burung perkutut ini mempunyai kebiasaan terbang dan bertengger di habitat kebun atau ladang, sering juga mencari makan pada jalan yang jarang dilintasi oleh manusia.

Namun saat sudah menjadi peliharaan, burung perkutut ini biasanya diberi makanan jadi kemasan biji-bijian, seperti biji ketan hitam, kacang hijau, beras merah, milet, gabah, dari pemiliknya. Sesekali mereka juga senang jika makanannya dikombinasikan antara pakan alami dan buatan. Kedua bahan tersebut, dicampur aduk menjadi satu. Tujuannya agar burung perkutut mendapat nutrisi lengkap dan menghindari kebosanan pada pakan yang dimakan sehari-hari.

Mitos burung perkutut lokal

Namun, di balik suara merdunya, burung eksotis dengan nama latin Geopelia striata ini, juga memiliki daya tarik supranatural. Bagi masyarakat Jawa, burung perkutut dianggap lebih berderajat, dibandingkan jenis burung lain. Beberapa mitos yang berkaitan dengan burung perkutut, seperti hewan pembawa keberuntungan, kekayaan, bahkan sebagai hewan pesugihan. Berikut beberapa mitos yang beredar soal burung perkutut lokal.

1. Merupakan hewan gaib

Bagi masyarakat Jawa percaya bahwa perkutut merupakan hewan gaib karena merupakan jelmaan dewa. Sejak dahulu kala, burung ini dijadikan sebagai hewan peliharaan Prabu Brawijaya dari Majapahit. Banyak yang percaya bahwa burung perkutut yang dijadikan peliharaan oleh Prabu Brawijaya itu merupakan jelmaan Pangeran Padjajaran bernama Joko Mangu.

2. Pembawa keberuntungan

Selain sebagai jelmaan, burung ini juga diyakini membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Terlebih jika burung itu telah merasa percaya terhadap pemiliknya.

Baca Juga: Mengenal Perkutut Lokal, Burung yang Punya Suara Merdu dan Hal Mistis
Dinyatakan Punah, Selamat Tinggal Burung Woody Woodpecker

3. Mendatangkan kesialan

Tak hanya keberuntungan, mitos lain yang beredar burung ini juga bisa mendatangkan kesialan. Ciri-ciri burung perkutut yang mendatangkan kesialan memiliki bentuk bulu, suara kicau, dan jam kicau yang tidak jelas.

4. Menjadi hewan pesugihan

Sebagian orang juga menjadikan burung ini sebagai hewan pesugihan. Nama pesugihannya adalah “Pesugihan Kutut Manggung”. Biasanya orang-orang melakukan hal ini untuk melancarkan karir dan kekayaan. Jenis burung perkutut yang dimanfaatkan untuk ini biasanya burung perkutut songgo ratu.

Video Terkait