Virus Flu Burung Sebabkan 2.000 Burung Bangau Liar Mati di Israel Utara

Sejumlah burung Bangau terbang berkelompok (Foto: ANTARA)

Penulis: M Kautsar, Editor: Nazarudin - Selasa, 28 Desember 2021 | 10:15 WIB

Sariagri - Sebanyak 2.000 burung bangau liar di Cagar Alam di Israel bagian utara mati karena serangan wabah flu burung.  Dikutip dari East Coast Daily, Otoritas Taman Nasional setempat menyebutkan jumlah kematian burung bangau liar tersebut merupakan yang paling tertinggi untuk penyakit musiman.

Ohad Hatsofe, seorang ahli dari Israel Nature and Parks Authority mengatakan selain 2.000 burung bangau mati, ada sekitar 10.000 burung bangau liar lainnya yang diyakini tertular wabah flu burung.

“Virus ini (flu burung) terjadi di Israel setiap tahunnya, tetapi wabah tahun ini jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya,: kata Uri Naveh seorang ilmuwan senior di Israel Nature and Parks Authority.

Sejak bulan Oktober lalu, sekitar 100.000 burung bangau liar tiba di Israel dan mayoritas dari kawanan burung tersebut berhenti di Lembah Hula. Perhentian itu dinilai menjadi sangat penting dalam perjalanan migrasi kawanan burung bangau menuju Afrika.

Baca Juga: Virus Flu Burung Sebabkan 2.000 Burung Bangau Liar Mati di Israel Utara
Walhi: Tutupan Hutan di Luwu Timur Hilang 41 Ribu Hektare

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 40.000 burung bangau liar masih tersisa di Lembah Hula.

Sementara itu, menurut Kementerian pertanian Israel, flu burung yang menyerang populasi bangau liar tersebut merupakan jenis H5N1 yang sebelumnya telah diidentifikasi di beberapa populasi ayam di Israel bagian utara.

Oleh karena itu, penjualan telur dari peternakan yang terkena dampak H5N1 telah dihentikan oleh Kementerian pertanian Israel. Meskipun H5N1 jarang menyebar di antara manusia, tetapi jenis virus flu burung ini pernah menjadi wabah besar di masa lalu.

Video Terkait