Para Peneliti Temukan Sejumlah Varian Covid-19 pada Rusa di Amerika Serikat

Ilustrasi rusa. (Foto Unsplash)

Editor: M Kautsar - Minggu, 26 Desember 2021 | 11:00 WIB

Sariagri - Para peneliti melaporkan sejumlah varian virus corona telah menyebar di antara hewan liar. Mereka menemukan, saat ini rusa berekor putih telah menjadi reservoir untuk virus corona baru.

Meski demikian, para pebeliti belum mengetahui bagaimana mereka terinfeksi dan apakah varian ini dapat menginfeksi manusia.

“Reservoir virus zoonosis pada hewan menimbulkan hambatan untuk pengendalian penyakit menular dan membuka pintu untuk memungkinkan pengenalan kembali keragaman virus baru kembali ke manusia,” jelas peneliti senior Andrew Bowman, yang juga profesor di departemen kedokteran pencegahan hewan di Ohio State University di Columbus.

“Tumpahan virus SARS-CoV-2 dari manusia ke hewan telah terjadi pada berbagai hewan, tetapi sejauh ini, pembentukan reservoir hewan alami baru belum terdeteksi,” kata Bowman.

Melansir UPI.com, komunitas ilmiah khawatir dengan prospek rusa berekor putih menjadi inang baru Covid-19 sejak Departemen Pertanian AS menemukan antibodi Covid-19 pada rusa berekor putih di Illinois, Michigan, New York, dan Pennsylvania pada Juli 2021.



Untuk penelitian mereka, tim Bowman menggunakan pengujian genetik untuk mengonfirmasi bahwa Covid-19 telah menginfeksi rusa di Ohio. Mereka menemukan bahwa lebih dari 35 persen rusa yang diuji memiliki virus dan membawa setidaknya tiga varian Covid-19. Analisis juga mengungkapkan bahwa hewan tersebut tertular Covid-19 dari manusia.

"Virus SARS-CoV-2, dominan di Ohio, menyebar secara independen ke populasi rusa dari manusia di enam lokasi terpisah,” kata Bowman.

Penularan rusa ke rusa di tiga lokasi menunjukkan bahwa rusa berekor putih yang berkeliaran bebas berpotensi menjadi reservoir non-manusia pertama yang diketahui untuk Covid-19. "Temuan ini secara mendasar mengubah asumsi kami tentang persistensi SARS-CoV-2 di lingkungan, dan penularan antara hewan dan manusia," kata Bowman.

"Pembentukan reservoir alami SARS-CoV-2 pada rusa berekor putih dapat memfasilitasi penyebaran kembali ke manusia di masa depan, yang selanjutnya akan memperumit strategi pengendalian Covid-19 jangka panjang," tambahnya.

Laporan tersebut dipublikasikan secara online pada 23 Desember di jurnal Nature. Ketua departemen ilmu patobiologi di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wisconsin, Tony Goldberg mengatakan bahwa belum ada yang tahu persis bagaimana rusa terinfeksi Covid-19.

"Tidak mungkin rusa menghadiri konser yang penuh sesak dengan sekelompok manusia yang terinfeksi. Orang-orang berspekulasi bahwa itu bisa dari lingkungan. Misalnya, mungkin rusa tertular dengan mengendus tempat di mana orang yang terinfeksi bersin atau dengan meminum air yang tidak diolah. Tidak diketahui berapa lama virus dapat bertahan di lingkungan ketika lingkungan itu adalah hutan," ungkapnya.

Baca Juga: Para Peneliti Temukan Sejumlah Varian Covid-19 pada Rusa di Amerika Serikat
Kenali Perbedaan Karakteristik Empat Kucing Besar dari Genus Panthera



Apakah rusa benar-benar dapat menginfeksi manusia juga tidak diketahui. "Kami tahu bahwa rusa menyebarkannya ke rusa lain, jadi mereka bisa menularkannya. Apakah itu terjadi dari rusa ke manusia adalah pertanyaan besar. Orang-orang harus cukup berhati-hati," kata Goldberg.

"Sampai kami melakukan penelitian lebih lanjut, mungkin yang terbaik adalah mengadopsi prinsip kehati-hatian dan berasumsi bahwa rusa dapat menularkan virus ke manusia, meskipun pada akhirnya mereka tidak bisa," katanya menambahkan.