Mengenal Lebih Jauh Kasuari, Burung Endemik Papua yang Tidak Bisa Terbang

Ilustrasi - Burung kasuari (Barantan)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 21 Desember 2021 | 17:20 WIB

Sariagri - Papua adalah salah satu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kaya akan sumber daya alam baik flora maupun fauna. Papua memiliki kawasan hutan hujan tropis yang begitu lebat, sehingga memungkinkan beragam fauna yang tidak ada di belahan dunia lain hidup di dalamnya.

Salah satu endemik fauna yang hidup di hutan hujan tropis Papua adalah burung cendrawasih, bahkan burung itu dijadikan sebagai ikon daerah yang beberapa bulan lalu dijadikan tuan rumah untuk pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20.

Selain cendrawasih, burung lain yang mendiami kawasan hutan hujan tropis Papua lainnya adalah kasuari. Burung ini juga menjadi kebanggaan masyarakat daerah yang kaya akan sumber daya emasnya itu.

Dilansir dari laman Facebook Badan Karantina Pertanian atau Barantan, burung kasuari memiliki keunikan sendiri dan dengan sangat mudah bisa dikenali. Keunikan burung kasuari di antaranya bentuk tubuhnya yang tinggi berbeda dari kebanyakan burung lainnya. Selain itu, memiliki bagian leher berwarna biru dilengkapi dengan gelambir merah yang menggantung.

Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Kasuari, Burung Endemik Papua yang Tidak Bisa Terbang
Satu Ekor Elang Brontok Dilepasliarkan di Puncak Tahura Gunung Menumbing

Keunikan lainnya dari burung kasuari adalah memiliki tanduk berwarna cokelat, tanduk ini digunakannya untuk membantu berjalan di semak-semak maupun hutan. Kasuari mempunyai kaki kuat dan kuku tajam.

Keunikan lain yang mungkin belum banyak diketahui adalah burung kasuari tidak bisa terbang, sama seperti burung unta, penguin dan emu. Hal ini kerena kasuari memiliki tulang sayap yang secara proporsional lebih kecil ketimbang badannya.

Video terkait:

 

Video Terkait