Masalah Akta Tanah Jadi Batu Sandungan Pertanian Tradisional di Wilayah Ini

Ilustrasi lahan pertanian. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 13 Desember 2021 | 12:40 WIB

Sariagri - Salah satu cara untuk mengakhiri kekurangan gizi dan kematian bayi di sebuah suku Attapadi adalah dengan menghidupkan kembali pertanian tradisional di tanah suku, kata anggota masyarakat dan aktivis suku.

"Inti masalah bagi suku di Attapadi berkaitan dengan tanah. Dari tanah yang bisa ditanami, kami dapat memperoleh mata pencaharian kami," kata Thothi Mooppan, kepala suku di dusun Gulikadavu di Agali grama panchayat, Attapadi, India seperti dilansir dari Times of India.

Dia mengatakan masyarakat suku dapat menanam tanaman tradisional seperti millet atau sayuran di tanah mereka. Sayangnya, pemerintah belum mengambil langkah serius menghidupkan kembali pertanian tradisional untuk mengatasi masalah mata pencaharian masyarakat suku. Dia mengatakan bahwa 25.000 hektar tanah dimiliki oleh suku di Attapadi, tetapi atas nama generasi sebelumnya dalam catatan pendapatan.

Ini harus secara resmi berada di bawah kepemilikan ahli waris yang sah agar mereka dapat memperoleh manfaat seperti pensiun seperti yang ada di bawah skema Kisan PM atau bantuan pertanian, termasuk pinjaman dan subsidi untuk benih, pupuk, dan pestisida. Dia mengatakan dari 25.000 hektar, hanya 17.500 hektar yang telah diterbitkan akta kepemilikannya.

Chithraveni, seorang wanita dari dusun Bhuthivazhi di Agali mengatakan dia telah mendekati pejabat untuk membagi tanahnya di antara anggota keluarganya. Pada tahun 2018, sekretaris utama, menulis surat kepadanya yang mengatakan bahwa dia telah mengarahkan direktur departemen suku terjadwal untuk mempertimbangkan permintaannya. Tapi tidak ada tindakan yang diambil sampai sekarang, kata Chithraveni.

Baca Juga: Masalah Akta Tanah Jadi Batu Sandungan Pertanian Tradisional di Wilayah Ini
Miris, Sebanyak 227 Aktivis dan Pegiat Lingkungan Tewas Sepanjang 2020



Penyelenggara negara bagian Adivasi Bharat Mahasabha TR Chandran mengatakan bahwa Masyarakat Pertanian Koperasi Attapadi dibentuk di bawah pengumpul distrik untuk menyediakan tanah kepada masyarakat suku. Sertifikat hak atas tanah seluas 2.700 hektar di bawah masyarakat atas nama keluarga suku tetapi masyarakat belum mampu memberikan mata pencaharian.

Meskipun akta telah dikeluarkan atas nama mereka, tapi belum menyerahkan tanah itu.  Padahl, jika mendapatkan lahan, mereka akan bisa menanam tanaman tradisional dan komersial di sana.