Daerah Ini Sejumlah Orang Miliki Sertifikat Lahan Hutan Lindung

Polisi Kehutanan Kepri memasang plang hutan linding di kawasan hutan lindung Gunung Lengkuas. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 23 November 2021 | 21:00 WIB

Sariagri - Sejumlah orang dari berbagai daerah di Provinsi Kepulauan Riau memiliki sertifikat lahan di kawasan hutan lindung Gunung Lengkuas, Kabupaten Bintan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kepri, Hendri di Tanjungpinang, Selasa mengatakan Polisi Kehutanan pada Kesatuan Pemangkuan Hutan masih menyelidiki kepemilikan lahan di kawasan hutan lindung Gunung Lengkuas.

Ada 33 orang diundang untuk dimintai keterangan. Sebagian dari pemilik lahan itu sudah diperiksa. "Kami dalami motifnya. Apakah dilanjutkan ke proses hukum, tergantung hasil penyelidikan ini," ucapnya.

Sejumlah pemilik lahan sudah dimintai keterangan, dan menunjukkan sertifikat lahan yang dikuasainya. Lahan yang dikuasai warga harus dikembalikan kepada negara jika surat kepemilikan lahan tersebut setelah tahun 1986.

Sebaliknya, warga yang menguasai lahan itu sebelum tahun 1986 atau sebelum ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung, potensial memiliki lahan itu. Namun lahan itu harus diserahkan kepada negara terlebih dahulu, kemudian mengurus kembali di Badan Pertanahan Nasional.

"Kami masih menelusuri asal usul lahan, legilitas lahan yang dikuasai warga," ujarnya.

Selain persoalan itu, Hendri juga mengetahui ada aktivitas perekonomian di Gunung Lengkuas. Jika aktivitas tersebut di luar kawasan hutan lindung dan hutan konservasi, diperbolehkan.

"Tidak boleh ada aktivitas perekonomian di kawasan hutan lindung tanpa ijin," tegasnya.

Sejumlah warga melaporkan, beberapa hari lalu seseorang menggunakan alat berat masuk ke kawasan hutan lindung di Gunung Lengkuas. "Polisi Kehutanan sudah mengusirnya," katanya.

Baca Juga: Daerah Ini Sejumlah Orang Miliki Sertifikat Lahan Hutan Lindung
Perbukitan Hutan Lindung Daerah Ini Kerap Terbakar, Diduga Lemahnya Patroli Hutan

Polisi Kehutanan tidak mengambil tindakan tegas, melainkan hanya memperingatkan pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Kami upayakan preventif. Dalam waktu dekat kami melakukan sosialisasi terkait hutan lindung di Gunung Lengkuas," katanya.

Video Terkait