Kabar Gembira, Anak Gajah Sumatera Lahir di Taman Nasional Gunung Leuser

Anak gajah sumatera lahir di Taman Nasional Gunung Leuser.(KLHK)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 21 November 2021 | 07:00 WIB

Sariagri - Seekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) lahir di Pusat Latihan Satwa Khusus (PLSK) Tangkahan, Taman Nasional (TN) Gunung Leuser (TNGL) di Desa Namo Sialang Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Anak gajah berjenis kelamin jantan itu lahir dari induk Gajah Sumatera bernama Olive dan pejantan Theo.

Plt. Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser, Adhi Nurul Hadi mengatakan kelahiran gajah Sumatera Rabu pada 17 November 2021 sekitar pukul 03.00 WIB ini merupakan yang kedua di PLSK Tangkahan pada 2021. Sebelumnya, telah lahir seekor anak gajah berjenis kelamin betina bernama Boni dari indukan bernama Sari dengan pejantan yang sama pada 1 Februari 2021.

“Bayi gajah masih rentan, sangat membutuhkan perawatan yang intensif. Oleh karena itu kesehatannya akan terus dimonitor agar mereka tumbuh dengan baik,” ujarnya melalui keterangan resmi KLHK, Sabtu (20/11/2021.

Sesuai dengan Peraturan Menteri LHK Nomor: P.22/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2019 tentang Lembaga Konservasi, pengelolaan gajah jinak di Tangkahan dilaksanakan dalam bentuk lembaga konservasi khusus. Pengelolaan gajah jinak di PLSK Tangkahan juga melibatkan mitra kerja sama Balai Besar TN Gunung Leuser yaitu VESSSWIC dan CRU Tangkahan.

Baca Juga: Kabar Gembira, Anak Gajah Sumatera Lahir di Taman Nasional Gunung Leuser
Kabar Gembira, Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Bertambah

Bayi Gajah Sumatera yang lahir kali ini memiliki lingkar badan 101 cm dan tinggi bahu 80 cm. Dengan lahirnya anak Gajah ini, Pusat Latihan Satwa Khusus Tangkahan mengelola 10 ekor gajah jinak. Rinciannya lima ekor gajah betina dewasa, satu ekor gajah jantan dewasa, dua ekor anak gajah jantan dan dua ekor anakan gajah betina.

Untuk diketahui, berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, Gajah Sumatera berstatus Critically Endangered atau spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar. Selain itu, Gajah Sumatera juga merupakan satwa prioritas dan menjadi salah satu nilai penting dalam pengelolaan Kawasan TNGL.

Video terkait:

 

Video Terkait