Studi: Sekitar 600 Juta Burung Hilang Dalam 40 Tahun, Metode Pertanian Salah Satu Penyebabnya

House Sparrow, salah satu jenis burung yang populasinya terus berkurang. (Foto: Pixabay)

Editor: M Kautsar - Selasa, 16 November 2021 | 23:00 WIB

Sariagri - Sebuah studi menemukan bahwa sekitar 600 Juta burung di Eropa hilang dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Ironisnya, studi itu menyebutkan bahwa penyebab hilangnya berbagai jenis burung itu adalah berkembangnya produksi makanan dan metode pertanian.

Studi bersama ini dilakukan oleh Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) dan BirdLife International. Laporan yang dibagikan secara eksklusif kepada Channel 4 News itu menyebutkan bahwa satu dari enam burung telah hilang sejak 1980-an, karena itu penulisnya menyerukan tindakan nyata untuk mengurangi ancaman kepunahan, demi alam dan manusia.

"Tanah pertanian di seluruh Eropa menjadi jauh lebih tidak ramah bagi populasi burung dan satwa liar lainnya." ujar Profesor Richard Gregory, Kepala Pemantauan di RSPB.

Lebih jauh ia menjelaskan, hilangnya spesies yang umum dan melimpah ini memiliki dampak berjenjang pada ekosistem, di mana sistem berubah begitu cepat sehingga ekosistem tidak akan mampu lagi menopang kehidupan manusia. Burung-burung itu ada antara lain untuk menyediakan makanan manusia, untuk mengatur iklim dan hilangnya populasi burung adalah sebuah sinyal peringatan.



Para ilmuwan menganalisis data 378 dari 445 spesies burung asli negara-negara di Uni Eropa dan Inggris.

Studi ini memperkirakan, sejak 1980 hingga 2017 sekitar 900 juta burung telah hilang, tetapi ada juga peningkatan sebanyak 340 juta ekor pada spesies tertentu. Kerugian akibat hilangnya jutaan burung ini diperkirakan menyebabkan kerugian antara 560 juta dan 620 juta euro.

Studi mencatat, penurunan populasi terbesar terjadi pada burung yang berasosiasi dengan lahan pertanian dan padang rumput. Populasi House Sparrow telah anjlok sebanyak 247 juta ekor, jumlah Yellow Wagtails di seluruh benua populasinya turun sebanyak 97 juta, jumlah Jalak turun 60%, sekitar 75 juta ekor, dan Skylarks berkurang 68 juta ekor.

Sebagian besar penurunan jumlah burung terjadi selama tahun 1980-an hingga 1990-an, tetapi terus berlanjut hingga hari ini.

Baca Juga: Studi: Sekitar 600 Juta Burung Hilang Dalam 40 Tahun, Metode Pertanian Salah Satu Penyebabnya
Anies Baswedan Apresiasi Damkar DKI Selamatkan Burung Gereja yang Terlilit Benang Layangan



Studi ini disusun menggunakan data dari European Bird Census Council's European Common Bird Monitoring Scheme, dan pelaporan wajib oleh Negara-negara Anggota Uni Eropa kepada Komisi Eropa di bawah EU Birds Directive.

Video Terkait