Jaga Kelestarian Hutan, Perhutani ‘Groundbreaking’ 50 Juta Bibit Tanaman di Jawa Tengah

Perum Perhutani melakukan Groundbreaking Tanaman 2021 di petak 21d seluas 17 hektare (Ha) Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Darupono, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Boja Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, Jawa Tengah. (Dok Perhutani)

Penulis: Yoyok, Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 10 November 2021 | 18:50 WIB

Sariagri - Perum Perhutani melakukan Groundbreaking Tanaman 2021 di petak 21d seluas 17 hektare (Ha) Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Darupono, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Boja Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (9/11) itu merupakan tanda awal kegiatan penanaman tanaman tahun 2021 di wilayah Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah dengan jumlah bibit sebanyak 50,9 juta plances.

Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro , mengatakan secara total Perhutani setiap tahun menanam sekitar 50.000 hingga 55.000 ha dan hampir separuhnya ada di Divre Jawa Tengah.

“Perhutani setiap tahun melakukan kegiatan tebangan rata-rata seluas 5.000 Ha dan penanaman seluas 50.000 Ha. Artinya, penenaman 10 kali lipat sehingga kelestarian hutan di Pulau Jawa sangat terjaga,” katanya.

Hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris Perusahaan Perhutani, Ase.p Dedi Mulyadi, Kepala Perhutani Divre Jawa Tengah, Budi Widodo, Komandan Kodim 0715 Kendal Letkol Inf Iman Widhiarto, Sekretaris Derah (Sekda) Kabupaten Kendal, Moh Toha, perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah BKPH Boja, segenap Administratur Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah serta stakeholder lainnya.

Wahyu menambakan bahwa dalam menjaga tanaman hingga masa tebang perlu dukungan dari semua elemen masyarakat dan Pemerintah Daerah serta stakeholder lainnya. Sebab, keberadaan hutan tidak lepas dari interaksi masyarakat. “Saya berpesan kepada segenap jajaran untuk senantiasa mengantisipasi bencana alam menjelang musim penghujan,” ujar Wahyu.

Kepala Perhutani Divre Jawa Tengah, Budi Widodo, mengatakan bahwa rencana tanaman di wilayah Perhutani Divre Jawa Tengah sebanyak 50,9 juta plances terdiri dari bermacam-macam jenis, di antaranya jati, pinus, mahoni dan jenis tanaman Multy Purpose Tree Species (MPTS) seperti jengkol, randu, petai, dan jenis tanaman lainnya.

Menurut Budi, satu pohon dengan umur 10 tahun dapat menghasilkan oksigen rata-rata sebesar 207 kilogram (Kg) oksigen per hari, sedangkan kebutuhan orang dalam satu hari rata-rata 0,8 sampai dengan 1,2 Kg per hari. “Artinya satu pohon dengan umur 10 tahun dapat mencukupi kebutuhan oksigen sebanyak 200 orang per hari,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kendal, Moh Toha, menyampaikan pesan dari Bupati Kendal bahwa pihaknya sangat mengapreasiasi yang setinggi-tingginya kepada Perhutani atas komitmen dan kepedulian untuk menjaga hutan dalam upaya penghijauan untuk lingkungan. Menurutnya kegiatan penanaman tidak sebatas kegiatan seremonial namun dilanjutkan dengan pemeliharaan dan diharapkan melibatkan banyak pihak.

Baca Juga: Jaga Kelestarian Hutan, Perhutani ‘Groundbreaking’ 50 Juta Bibit Tanaman di Jawa Tengah
Rincian Recofusing dan Realokasi Anggaran Belanja KLHK 2021

“Suksesnya program menanam pohon dapat memberi manfaat terhadap kelestarian dan kesejahteraan masyarakat di dalam kawasan hutan, saya berharap penanaman ini bisa berlanjut dengan baik dan tanaman hutan harus dilestarikan guna mencegah erosi bantaran sungai,” tutupnya.

Selain kegaiatan penanaman dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sosial berupa sembako kepada 5 LMDH, yakni LMDH Wana Makmur dari Desa Darupono, LMDH Sido Rukun dari Desa Jeruk Giling, LMDH Jati Lestari dari Desa Kertosari, LMDH Rimba Jaya dari Desa Kedungsari, LMDH Setyo Jati Makmur dari Desa Ngareanak. 

Video Terkait